KABAR MADURA | Program strategis Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas pemerintah pusat untuk mentransformasi kawasan pesisir menjadi desa nelayan modern, produktif, dan terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir mulai menyasar Kabupaten Bangkalan.
Dua desa pesisir di wilayah ujung barat Pulau Madura dipastikan masuk dalam usulan penerima program tersebut, yakni Desa Tengket, Kecamatan Sepulu, dan Desa Betah Timur, Kecamatan Kwanyar.
Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Bangkalan Achmad Hidayat Kurniawan mengatakan, sebelumnya pihaknya mengusulkan lima desa pesisir kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun, hanya dua desa yang dinilai memenuhi kriteria.
“Memang ada persyaratan khusus karena program ini diperuntukkan bagi wilayah pesisir dengan potensi tertentu. Dari lima desa yang kami usulkan, tiga desa lainnya belum memenuhi klasifikasi yang ditentukan kementerian,” ujarnya, Senin (12/5/2026).
Menurut Kurniawan, terdapat sejumlah indikator utama yang menjadi pertimbangan pemerintah pusat dalam menentukan lokasi penerima program KNMP. Di antaranya meliputi potensi ekonomi wilayah, aksesibilitas infrastruktur jalan, hingga ketersediaan lahan pendukung pengembangan kawasan nelayan terpadu.
Dia menjelaskan, program itu tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil tangkap maupun budidaya perikanan, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi pesisir yang berkelanjutan.
“Poin pentingnya ada pada potensi ekonomi desa. Selain itu akses jalan dan kesiapan lahan juga menjadi faktor penilaian dari kementerian,” katanya.
Lebih lanjut, pembangunan KNMP di dua desa tersebut diproyeksikan mulai berjalan pada tahun 2026. Program itu diharapkan mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di Bangkalan.
Dia menambahkan, setiap penerima program KNMP ditargetkan mulai terealisasi pada tahun ini. Menurutnya, pembangunan KNMP menelan anggaran sebesar Rp22 miliar di atas lahan seluas dua hektare pada masing-masing lokasi penerima program.
Anggaran itu dialokasikan untuk pembangunan pelabuhan nelayan beserta berbagai fasilitas penunjang yang dirancang menjadi pusat aktivitas dan pengembangan sektor perikanan masyarakat pesisir.
Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan, memperkuat distribusi hasil tangkapan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
“Untuk jadwal pastinya kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari kementerian. Namun, berdasarkan informasi yang kami terima, pembangunan direncanakan dimulai tahun ini,” tukasnya. (fik/zul)





