KABAR MADURA | Rencana penambahan 5 unit rumah dinas (rumdin) untuk dokter spesialis di RSUD Abuya, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, belum bisa direalisasikan tahun ini. Penyebab utamanya adalah terbatasnya anggaran dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep.
Sebelumnya, pemerintah daerah sudah membangun 5 unit rumdin: 3 unit pada tahun 2023 dengan dana Rp1 miliar, dan 2 unit lagi pada 2024 dengan anggaran Rp700 juta lebih.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes P2KB Moh. Nur Insan menyampaikan bahwa jumlah tersebut masih kurang. Pasalnya, ke depan akan ada 10 dokter spesialis yang bertugas di RSUD Abuya.
“Kami baru punya 5 rumdin. Idealnya ada 10, supaya semua dokter spesialis bisa tinggal dengan nyaman,” kata Nur Insan.
Namun, untuk membangun tambahan rumdin itu butuh anggaran besar yang saat ini belum tersedia.Dia memastikan, jika nanti dananya ada, pembangunan akan dilanjutkan.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin mendukung rencana itu. Dia menilai, jika berkaitan dengan kebutuhan penting seperti dokter spesialis di kepulauan, maka harus diprioritaskan.
“Yang penting manfaatnya jelas. Jangan sampai dokter enggan tinggal karena fasilitas kurang,” ujarnya.
Dia juga mengingatkan agar rumah dinas yang sudah dibangun dirawat dengan baik, termasuk fasilitas penunjangnya, agar tidak terbengkalai.
“Kalau rumahnya nyaman, dokter pasti betah. Itu yang harus kita jaga,” pungkasnya. (ara/waw)





