KABAR MADURA | Anggaran untuk bantuan guru ngaji di Sumenep dipatok sebesar Rp1,2 miliar di tahun 2024. Anggaran itu akan diprioritaskan pada 2.000 guru ngaji.
Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Sumenep Kamiluddin mengutarakan, pencairannya masih dalam proses. Saat ini masih akan mendata siapa saja yang berhak menerima.
“Paling tidak nantinya terakhir pada Juni 2024 ini,” katanya, Kamis (11/1/2024).
Anggaran tersebut sebenarnya menyusut jika dibandingkan pada tahun 2022 yang mencapai Rp2,4. Kemudian pada tahun 2023 lalu senilai Rp1,2 miliar.
Dikatakan, bantuan itu nantinya disalurkan melalui Bank BPRS Bhakti Sumekar. Karena sifatnya stimulan, nilainya tidak besar. Dalam proses verifikasi, jika sudah tidak mengajar lagi, insentif bakal dialihkan kepada pihak yang memenuhi persyaratan.
Sementara itu, Fathullah, guru ngaji sekaligus pemilik langgar di Kecamatan Bluto, berharap mendapat bantuan tersebut. Ada dua guru ngaji di langgar yang belum pernah mendapatkan bantuan tersebut.
“Semoga tahun ini dapat mendapatkan bantuan itu ya,” tuturnya.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





