Pemkab Sumenep Tegaskan Sinergi Budaya dan Pembangunan

KABAR MADURA | Suasana penuh khidmat dan nuansa budaya keraton menyelimuti Gedung DPRD Sumenep saat digelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi (Harjad) ke-756 Kabupaten Sumenep, Senin (3/11/2025).

Acara yang berlangsung di ruang rapat paripurna itu menjadi momen istimewa bagi seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat, dengan hadirnya jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta tamu undangan yang kompak mengenakan busana adat bangsawan keraton, simbol penghormatan terhadap sejarah panjang dan kejayaan Sumenep sebagai daerah berbudaya.

Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim hadir mewakili Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo. Dalam sambutannya, Kiai Imam menegaskan, peringatan Hari Jadi ke-756 bukan hanya perayaan seremonial, tetapi juga momentum penting untuk meneguhkan jati diri Sumenep sebagai daerah yang unggul, religius, dan berakar kuat pada nilai-nilai budaya lokal.

“Hari Jadi bukan sekadar perayaan, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang Sumenep. Budaya keraton yang kita lestarikan ini adalah simbol keagungan, kearifan, dan karakter masyarakat Sumenep yang santun, beradab, dan berbudaya,” tuturnya.

Baca Juga:  DPRD Sumenep Dorong Digitalisasi Transaksi untuk Tingkatkan PAD

Lebih lanjut, Wabup menyampaikan, pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Fauzi dan dirinya berkomitmen untuk mengintegrasikan pelestarian budaya dengan pembangunan modern. Kemajuan daerah tidak boleh menghapus akar budaya yang menjadi jati diri masyarakat Madura, khususnya Sumenep.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Kita ingin kemajuan yang berakar pada kearifan lokal. Sumenep boleh modern dan digital, tetapi tetap menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur kita,” ujarnya dengan penuh semangat.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Imam juga memberikan apresiasi kepada DPRD Sumenep yang secara konsisten menjaga nilai-nilai budaya dalam setiap momentum penting pemerintahan. Menurutnya, sinergi antara eksekutif dan legislatif merupakan fondasi kokoh dalam mewujudkan Sumenep yang unggul, mandiri, dan berwibawa.

Baca Juga:  Terjerat Kasus Penggelapan Rp1 Miliar, Polres Pamekasan Tangkap Eks Anggota DPRD Sumenep

“Kami berterima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD yang terus menghidupkan semangat kebudayaan di tengah-tengah masyarakat. Sinergi ini penting agar pembangunan di Sumenep tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga berjiwa dan bermartabat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin menekankan pentingnya meneladani nilai-nilai luhur para pendahulu dalam menjaga budaya dan persatuan. Dia menyebut, tradisi mengenakan busana adat keraton bukan sekadar simbol, melainkan bentuk nyata penghormatan terhadap identitas sejarah Kabupaten Sumenep.

“Kita harus terus mengingat dan meneruskan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu. Harjad ini bukan hanya mengenang masa lalu, tapi juga menanamkan semangat membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya. (ara/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *