KABAR MADURA | Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Juhari menilai kinerja Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag Sumenep) buruk di tahun 2023. Alasannya, perolehan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar tidak mencapai target.
Perolehan retribusi pasar hanya mencapai 80 persen, alias Rp1,6 miliar dari target tahun 2023 senilai Rp2,1 miliar. Perolehan itu sangat disayangkan, karena semestinya dapat terpenuhi bahkan melampaui target yang telah ditentukan.
“Diskop UKM dan Perindag Sumenep ini bekerja buruk perlu evaluasi di tahun 2024, perlu mencapai target hingga melampaui,” kata Juhari, Rabu (3/1/2024).
Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, banyaknya pasar hewan bukan sebuah alasan, karena terdapat 34 pasar di Sumenep yang terus beroperasi, tidak ada yang madek.
“Tahun 2024 harus dimatangkan, pasang target bukan asal-asalan, tetapi diukur dengan kemampuannya, saya kira target Rp2,1 miliar itu sudah sangat minim,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Diskop UKM Perindag Sumenep Chainur Rasyid melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Idham Halil mengaku akan mengevaluasi. Menurutnya, langkah yang harus dilakukan agar PAD pasar mencapai target adalah dengan mengaktifkan pasar hewan, termasuk mengoptimalkan penarikan retribusi pasar-pasar di wilayah kepulauan.
“Tetapi, untuk finalnya akan dirapatkan dulu siapa tahu nanti bertambah atau berkurang,” kata Idham itu.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





