KABAR MADURA | Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Juhari menekankan perlunya mempersiapkan lahan untuk memproduksi garam. Alasannya, jika berkaca pada tahun sebelumnya, masyarakat terlambat dalam memproduksi mengakibatkan gagal panen dan ada pula yang produksinya sedikit.
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep perlu mempersiapkan dan melakukan sosialisasi pada masyarakat,” katanya, Selasa, (26/3/2024).
Bukan hanya itu, perlunya pembinaan dan pendampingan proses pengolahan air laut menjadi garam dengan penggunaan teknologi, sehingga lahan yang selama ini memiliki produktivitas rendah dapat dioptimalkan pemanfaatannya dan dapat menjadi alternatif sumber penghasilan baru dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
Diketahui, garam adalah salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang penting. Selain itu, memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh manusia dan berperan dalam berbagai proses biologis. Garam juga digunakan untuk meningkatkan rasa pada makanan, mengawetkan makanan, dan dalam berbagai industri.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep Agustiono Sulasno melalui Plt Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya Edie Ferrydianto mengutarakan, dalam mempersiapkan lahan serta melaksanakan pembinaan khusus para petani tidak dapat dimaksimalkan, sebab tahu ini tiada anggaran itu, sehingga tidak begitu dapat diprioritaskan.
“Untuk tahun ini kami hanya fokus pada pemberdayaan petani garam, sementara untuk ke lahannya masih sulit, apalagi lahan integrasi yang dicanangkan bertahun-tahun gagal tahun ini,” tuturnya.
Hingga akhir tahun 2023, produksi garam Sumenep mencapai 208.684,91 ton. Produksi itu dihasilkan dari lahan produksi seluas 1.774,60 hektare. Lahan tersebut tersebar di 10 kecamatan. Harapannya dapat melebihi hingga 300 ribu ton.
“Ya untuk sementara itu, ini masih mulai persiapkan produksi garam, paling tidak Juni-Juli cuaca sangat panas dan stabil,” tuturnya.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





