KABAR MADURA | Pedagang sapi di Sumenep mengeluhkan harga sapi turun drastis akibat penyakit pada hewan ternak merebak kembali. Harga sapi di pasaran turun hingga sekitar 50 persen dari harga sebelumnya.
Salah seorang pedagang sapi asal Kecamatan Pragaan, Sumenep, Adi Irawan, mengatakan, harga sapi yang semula Rp8 juta kini turun menjadi sekitar Rp4 juta. Turunnya harga sapi disebabkan oleh virus PMK yang kembali mewabah.
“Yang paling kasihan itu petani yang memelihara sapi, mereka juga ikut terkena dampaknya,” ujarnya, Rabu (8/1/2025).
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Chainur Rasyid menuturkan, pihaknya sudah melakukan beberapa upaya untuk mencegah atau meminimalisir penyakit yang menyerang hewan ternak tersebut.
“Salah satu upaya, kami kerahkan 39 petugas kesehatan hewan untuk bersiaga menangani penyakit yang sudah menyerang ratusan sapi ternak warga,” jelasnya.
Rasyid menyebut, hingga saat ini sudah ada 40 ekor sapi warga mati akibat terjangkit penyakit. Jumlah tersebut tersebar di sejumlah wilayah, salah satunya di Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan.
Bahkan, tambahnya, ada sebagian sapi yang dikabarkan mati akibat penyakit misterius. Menurutnya, hal itu yang membuat warga rela menjual sapinya meskipun dengan harga miring atau murah.
Untuk mengatasi hal itu, DKPP Sumenep sudah mengerahkan petugas ke lapangan untuk melakukan penyuntikan obat dan vitamin pada sapi. Harapannya, agar meminimalisir sapi yang mati dan penyebaran penyakit tersebut.
“Hasil pemeriksaan saat ini masih di laboratorium provinsi. Namun berdasarkan gejalanya lebih mendekati ke virus bovine ephemeral fever atau BEF,” ungkapnya.
Dia menambahkan, pihaknya mengimbau kepada peternak agar terus menjaga kebersihan kandang ternaknya. Selain itu, tidak mendatangkan sapi baru selama musim pancaroba dan tidak lupa menyemprotkan desinfektan pada kandang.
“Rumput yang dijadikan pakan juga harus diperhatikan agar tidak terjadi kembung pada sapi,” imbuhnya.
Rasyid juga meminta kepada peternak agar tidak ragu untuk menghubungi petugas kesehatan hewan apabila ada gejala terkena penyakit pada hewan ternaknya.
“Sekarang sudah ada ratusan sapi yang terjangkit penyakit tersebut,” pungkasnya. (ara/zul)





