Perankan Internasionalisasi Pendidikan, FBA UNIBA Madura Kirim Mahasiswa Terpilih ke Thailand

KABAR MADURA | Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura terus mengukuhkan diri sebagai kampus yang visioner dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing global. 

Salah satu langkah konkret yang dilakukan melalui Fakultas Bahasa Asing (FBA), khususnya Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris, yaitu dengan mengirim mahasiswa ke Thailand dalam program International Internship 2025. 

Rektor Uniba Madura Prof. Rachmad Hidayat menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus yang tidak hanya berdampak pada mahasiswa, tetapi juga selaras dengan kebutuhan daerah, khususnya Sumenep. 

“Sumenep ke depan akan berkembang sebagai destinasi wisata unggulan. Maka, alumni kami harus mampu ambil bagian dalam pelayanan wisatawan asing. Internasionalisasi pendidikan adalah fondasi penting dalam menyiapkan SDM seperti itu,” ungkap Prof. Rachmad.

Baca Juga:  FIK UNIBA Madura Cetak Komunikator Kreatif di Era Digital

Program Internship International ini telah dirintis sejak Maret 2024 dan dilaksanakan mulai 20 Mei hingga 11 Juli 2025. Mahasiswa akan menjalani magang internasional selama 60 hari di Thailand, terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat, serta berkesempatan mendapatkan konversi SKS sebagai bentuk pengakuan akademik. 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Prof Rachmad menjelaskan bahwa seleksi peserta dilakukan dengan sangat ketat. Mahasiswa harus berada minimal di semester 5, telah menyelesaikan 90 SKS, dan memiliki IPK minimal 3,75. Dari proses tersebut, terpilih tiga mahasiswa terbaik: satu laki-laki dan dua perempuan. 

Baca Juga:  Karya Dosen Hukum UNIBA Madura Tembus Hibah Nasional BIMA 2026, Usung Solusi Humanis Penanganan Narkoba 

“Kami tidak hanya menyiapkan mereka untuk berkarier di luar negeri, tapi juga untuk kembali dan berkontribusi di daerah. Di Sumenep, mereka bisa menjadi interpreter, pemandu wisata profesional, atau instruktur bahasa asing,” paparnya. 

Program tersebut juga menjadi jembatan untuk memperluas jejaring kerja sama internasional, termasuk dalam bentuk pertukaran dosen dan program budaya lintas negara. 

“Fakultas Bahasa Asing memiliki posisi strategis dalam mewujudkan visi global kampus. Kami ingin mahasiswa terbiasa dengan tantangan lintas budaya dan mampu beradaptasi di lingkungan kerja global,” pungkasnya. (ara/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *