KABAR MADURA | Sudan empat tahun lebih rusaknya pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di Pulau Masalembu tidak diperbaiki. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep mengaku sulit mengatasinya.
Kepala Bidang (Kabid) Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) DPMD Sumenep Fadholi menyampaikan, hingga saat ini PLTD di Masalembu dibiarkan tanpa pengelola.
“Memang belum ada pihak ketiga yang sanggup mengelola itu, kami biarkan dulu,” kata dia.
Menurutnya, tahun ini memang tidak ada program yang dianggarkan melalui APBD 2024. Sebagai langkah alternatif, untuk penerangan di direncanakan menggunakan pilihan lain.
Salah satu alternatifnya, akan ada penerangan melalui program PLN, tetapi masih belum diketahui kapan akan beroperasi. Namun sementara ini, tiang listrik sudah terpasang. Pembebasan lahan untuk tempat kantor juga masih diupayakan.
Sementara untuk memanfaatkan PLTD, pihaknya sudah tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan perbaikan. Sehingga tetap dibiarkan terbengkalai dari tahun 2020 hingga 2024 ini.
“Tahun ini kami tidak bisa memastikan ada solusi alternatif untuk bisa menyala listrik di Masalembu,” pungkasnya.
Salah satu masyarakat Masalembu, Khairuddin, menyatakan bahwa memang sejak PLTD itu tidak berfungsi sekitar 4 tahun lalu, cukup berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar.
“Misalnya untuk pendingin ikan, harus menggunakan diesel sendiri, itu biayanya lebih mahal. Sehingga berpengaruh pada harga jual. Itu maksud dari berdampak kepada perekonomian masyarakat. Bahkan, tidak hanya usaha itu yang membutuhkan listrik saja,” paparnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Fathor Rahman





