Polemik Konser Valen DA7, Dewan Kesenian Pamekasan Soroti Ketiadaan Perda Kesenian

Berita2,531 views

KABAR MADURA | Kepulangan Valen ke Pamekasan usai meraih juara dua kompetisi Dangdut Academy (DA) 7 Indosiar memicu polemik di ruang publik. Pro dan kontra mencuat seiring rencana konser penyambutan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (1/1/2026).

Polemik tersebut tidak lepas dari terbitnya 11 poin rekomendasi yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan terkait pelaksanaan konser penyambutan Valen. Imbauan itu ditujukan untuk menjaga kondusivitas serta ketertiban selama acara berlangsung.

Secara umum, konsep penyambutan diarahkan agar bernuansa religius, tertib, dan tidak menimbulkan euforia berlebihan. Beberapa poin yang diatur meliputi penggunaan alat musik, jenis lagu yang dibawakan, hingga pemisahan penonton laki-laki dan perempuan.

Namun demikian, sebagian masyarakat menilai aturan itu justru memberatkan dan berpotensi mengurangi makna penyambutan terhadap Valen, yang dinilai telah mengharumkan nama Pamekasan di panggung nasional.

Baca Juga:  Satpol PP Pamekasan Bongkar Paksa Reklame Melanggar Perbup di Sejumlah Titik

Menanggapi polemik itu, Ketua Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) Arief Wibisono menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Valen, pemuda kelahiran 2007 tersebut.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Menurut Arief, persoalan yang muncul saat ini menunjukkan pentingnya payung hukum yang jelas dalam pengelolaan kesenian di Pamekasan. Hingga kini, kata dia, belum ada peraturan daerah (perda) yang secara khusus mengatur tata kelola kesenian di Kota Gerbang Salam.

“Kami tidak bisa berkomentar terlalu jauh mengenai polemik ini. Namun secara umum, konsep kesenian yang kami usung adalah kesenian yang mengakar pada nilai lokalitas serta spiritual-religius. Sayangnya, Pamekasan hingga saat ini belum memiliki perda yang mengatur secara jelas bagaimana menata kesenian,” jelasnya, Selasa (30/12/2025).

Sementara itu, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman berharap seluruh pihak dapat bersikap bijak dan mengedepankan kepentingan bersama. Menurutnya, setiap kelompok di Pamekasan harus mampu berjalan seiring demi menjaga kondusivitas daerah.

Baca Juga:  Pembangunan Gedung Kesenian Pamekasan Mulai Ada Titik Terang, Wabup Pastikan Terealisasi Tahun Ini

“Terkadang kita harus mundur satu langkah agar yang lain bisa maju satu langkah, supaya berada pada baris yang sama,” tegasnya.

Bupati Kiai Kholil menilai dinamika penyambutan Valen DA7 itu merupakan tantangan yang justru dapat mendewasakan semua pihak dalam mengelola kegiatan seni dan hiburan di daerah. Dia mengaku telah melakukan komunikasi dengan berbagai elemen, termasuk tokoh masyarakat, pesantren, dan ulama.

“Ini tantangan yang ikut mendidik kita. Kita tidak boleh putus asa. Saya harus menemui beberapa kelompok, harus menjelaskan bahwa kesenian juga merupakan kebutuhan,” katanya. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *