KABAR MADURA | Presiden Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ma’arif Sampang Elmy mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum (APH) dan pemerintah daerah dalam memberantas kasus penyalahgunaan pupuk subsidi yang dilakukan oleh sejumlah oknum di Sampang.
Menurutnya, hampir setiap tahun kasus penjualan pupuk subsidi ilegal di Sampang berhasil diungkap oleh APH. Namun hingga saat ini, belum ada penangkapan terhadap mafia pupuk subsidi ilegal tersebut.
Elmy mengaku sudah jenuh mendengar janji manis dan retorika yang disampaikan pemerintah dan APH untuk memberantas rantai perdagangan pupuk subsidi ilegal. Padahal, perdagangan pupuk subsidi ilegal dapat diberantas dengan pengelolaan data penerima yang jujur, memperketat pengawasan distribusi, dan menangkap mafia pupuk tanpa pandang bulu.
“Saya meyakini, jika pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif, serta penegak hukum serius menangani problem ini, maka satu minggu bisa selesai,” ujar Elmy, Kamis (23/4/2025).
Elmy mengajak semua elemen, baik mahasiswa dan masyarakat untuk turut berperan aktif dalam melakukan pengawasan distribusi pupuk subsidi, baik dari jumlah, harga eceran tertinggi (HET), dan melaporkan setiap adanya dugaan penyimpangan kepada aparat penegak hukum.
Salah satu cara kontrol publik yang bisa dilakukan oleh setiap elemen masyarakat, yaitu dengan mempublikasikan setiap pelanggaran penyaluran maupun penjualan pupuk subsidi, dan mengunggahnya ke akun sosial masing masing.
“Kita harus bisa memanfaatkan media sosial sebagai bentuk pola pengawasan baru, kepada setiap penjahat negara,” pungkasnya. (km91/sub/din)





