Legislator Dorong Pemkab Sumenep Maksimalkan Wisata Unggulan

KABAR MADURA | Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, M. Ramzi, mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius dalam mengelola dan memaksimalkan potensi wisata unggulan, seperti Pantai Slopeng dan Pantai Lombang.

Ramzi menilai dua destinasi wisata itu memiliki daya tarik besar, namun belum diimbangi dengan fasilitas dan akses yang memadai.

“Pantai Slopeng dan Lombang harus menjadi prioritas pengembangan. Jangan sampai hanya fokus ke destinasi baru, sementara yang lama terabaikan,”  ujar Ramzi, Kamis (24/4/2025).

Politisi Partai Hanura itu juga menegaskan bahwa perbaikan kualitas infrastruktur wisata akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan yang secara langsung akan menambah pendapatan asli daerah (PAD).

Baca Juga:  Reses II DPRD Sumenep, Keluhan Masyarakat Masih Seputar Kebutuhan Dasar Pokok

“Kalau wisatawan nyaman, mereka akan datang lagi. Dan itu akan menambah PAD tanpa harus memungut lebih,” ujarnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Sementara itu, Kasubid Pengendalian dan Evaluasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumenep Eko Sulistyo mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan PAD melalui perluasan pendataan objek pajak sektor pariwisata.

Dia menyebut, terdapat dua destinasi wisata baru yang mulai didata, yakni Wisata Amal Berkah Sejahtera di Desa Batudinding, Kecamatan Gapura, dan Wisata Somber Raje di Desa Rombiya Timur, Kecamatan Ganding.

Baca Juga:  116 Lembaga Keagamaan di Sumenep Segera Terima Hibah

“Pendataan ini bagian dari program strategis daerah untuk memetakan potensi pajak ekonomi kreatif dan pariwisata,” ujarnya.

Pendataan ini merupakan implementasi arahan Bupati Sumenep untuk mendorong kesadaran pajak masyarakat dan pelaku usaha wisata. Selain mendata, pihaknya juga memberikan edukasi mengenai kewajiban pajak daerah seperti PBB, pajak hiburan, retribusi parkir, dan jasa lingkungan.

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa pajak akan kembali dalam bentuk pembangunan untuk masyarakat. Ini demi ekosistem wisata yang tertib administrasi dan berkelanjutan,” pungkasnya. (ara/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *