KABAR MADURA | Tagar KaburAjaDulu menjadi perbincangan hangat beberapa hari terakhir di media sosial, seperti di X, terlebih saat Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) ikut menanggapi ramainya isu tersebut.
Dilansir dari beberapa sumber, Menaker RI Yassierli mengakui, adanya peluang kerja di luar negeri. Namun, hal tersebut harus dipandang hanya untuk meningkatkan keahlian yang nantinya bisa digunakan di Indonesia.
Tren KaburAjaDulu yang menjadi trending topik di sejumlah media sosial itu merupakan sebagai bentuk ajakan mengadu nasib ke luar negeri. Terdapat lima negara favorit yang dijadikan perantauan strategis bagi pekerja migran Indonesia.
Ajakan tersebut merupakan bentuk protes terhadap ketimpangan sosial ekonomi yang tidak merata di Indonesia, mulai dari pemenuhan lapangan kerja hingga persoalan pendidikan, dan kondisi politik.
Tagar KaburAjaDulu dinilai mencerminkan kekecewaan masyarakat terhadap kondisi sosial dan ekonomi. Sebab itulah masyarakat ingin mencari kehidupan yang lebih layak, dari segala sektor di luar negeri.
Berikut lima negara paling banyak diminati oleh pekerja migran Indonesia:
1. Malaysia
Negeri Jiran ini masih menjadi tujuan utama bagi banyak pekerja migran Indonesia, terutama untuk sektor pembantu rumah tangga, perkebunan, dan konstruksi.
2. Saudi Arabia
Pekerja migran Indonesia banyak bekerja di sektor pembantu rumah tangga, serta di sektor konstruksi dan layanan.
3. Singapura
Singapura adalah negara tujuan populer bagi pekerja migran Indonesia, utamanya di sektor rumah tangga dan manufaktur.
4. Taiwan
Banyak pekerja Indonesia yang bekerja di Taiwan, terutama di sektor perawatan lansia dan pekerja pabrik.
5. Hongkong
Hongkong juga menjadi tujuan banyak pekerja rumah tangga Indonesia, khususnya perempuan.
Biasanya, pekerja migran Indonesia sering kali memilih negara-negara tersebut, sebab permintaan tenaga kerja yang cukup tinggi. (nur/zul)





