KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Penanggung jawab realisasi program Beasiswa Santri tahun ini digeser. Awalnya, program tersebut direalisasikan oleh Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Pamekasan. Saat ini, program yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi santri dibebankan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan.
Sedangkan untuk progres realisasinya sejak tahun 2020 kemarin hingga 2022 belum optimal. Bahkan masih berada di angka 80 persen untuk realisasinya atau pencairannya. Salah satu kendalanya, penerima belum melengkapi administrasi pembuatan rekening. Sehingga cukup membutuhkan waktu untuk menyelesaikan kendala tersebut.
“Ini terjadi karena perubahan sistem pencairan, awalnya menggunakan virtual akun dan saat ini beralih ke rekening. Makanya saat ini penerima harus melengkapi berbagai administrasi yang dibutuhkan oleh perbankan,” ujar Kepada Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini kepada Kabar Madura, Rabu (25/10/2023).
Dia berjanji, akan berupaya seoptimal mungkin untuk menuntaskan seluruh pencairan program Beasiswa Santri tahun ini. Secara umum, setiap penerima mendapatkan biaya Rp500 ribu per bulan. Sedangkan untuk mekanisme pencairannya dilakukan dua tahap selama setahun atau setiap 6 bulan dicairkan ke rekening setiap penerima program.
“Sampai saat sekitar 20 Persen belum terbayar berkaitan dengan administrasi persyaratan yang belum diselesaikan. Insya Allah kami tuntaskan tahun ini,” paparnya.
Sekedar diketahui, pada tahun 2020 kemarin ada 1.652 santri penerima program, 2021 sebanyak 1.969 penerima, 2022 ada 1.000 penerima. Sedangkan khusus tahun ini belum diketahui secara pasti. Sebab masih tahap verifikasi calon penerima Beasiswa Santri. Dipastikan, target akhir kepastian penerima tahun ini maksimal tanggal 15 Desember sudah tuntas.
“Yang baru masih melengkapi berkas,” jelasnya.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktue: Totok Iswanto





