KABAR MADURA | Rektor Universitas Bahaudin Mudhary atau UNIBA Madura Prof. Rachmat Hidayat memberikan apresiasi tinggi terhadap program magang yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
Menurutnya, program ini bukan hanya menjadi sarana implementasi Kampus Merdeka Belajar, tetapi juga terbukti efektif dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja dan menyiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri secara nyata.
Prof. Rachmat menegaskan, UNIBA Madura telah lama menjadi pelopor kampus berbasis link and match dengan dunia kerja bahkan sebelum pemerintah pusat meluncurkan program resmi Kampus Merdeka.
“Sejak 2018 kami sudah menerapkan program magang. Dua tahun kemudian, pada 2020, program serupa diluncurkan oleh Kementerian. Ini menegaskan bahwa UNIBA tidak hanya mengikuti, tapi telah lebih dulu mengambil langkah strategis menjembatani dunia kampus dan industri,” ujarnya.
Sedikitnya 16 perusahaan besar telah menjalin kemitraan aktif dengan UNIBA dalam program magang, industri kreatif, hingga penempatan tenaga kerja. Kerja sama ini juga diperkuat oleh hubungan kelembagaan dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI.
“Kami sudah lama bekerja sama dengan Kemenaker. Program magang ini bukan hal baru bagi kami. UNIBA terlibat banyak dan aktif memastikan mahasiswa tidak hanya unggul di teori, tetapi siap pakai di dunia kerja,” ungkapnya.
Program magang dinilai memiliki dua sisi keuntungan, bagi mahasiswa, menjadi sarana belajar langsung dari dunia industri. Bagi perusahaan, lebih efisien karena mendapatkan tenaga berkualitas yang siap bekerja tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi.
“Bagi perusahaan, program ini lebih efektif dibanding langsung merekrut karyawan tetap. Sedangkan bagi mahasiswa, ini adalah pintu karier dan pengalaman berharga,” jelas rektor.
Selain itu, lanjut Prof. Rachmat, program magang merupakan instrumen paling nyata dalam mengurangi angka pengangguran lulusan perguruan tinggi. Dengan pengalaman industri sejak masa kuliah, mahasiswa memiliki daya saing tinggi ketika memasuki pasar kerja.
“Magang bukan hanya bagian dari kurikulum, tetapi jalan strategis untuk mengurangi pengangguran. Mahasiswa kami tidak hanya bersaing di kampus, tetapi langsung di industri,” tegasnya. (ara/waw)





