KABAR MADURA | Renovasi Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) belum usai dikerjakan, meski sudah memasuki masa tenggang, per Senin kemarin (30/9/2024). Molornya penyelesaian renovasi itu cukup berdampak terhadap pemanfaatan fasilitas olahraga tersebut.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Ismail, berharap, pengerjaan SGMRP tersebut bisa segera selesai. Sebab, menurutnya, pengoperasian stadion itu bisa berdampak terhadap kemajuan ekonomi Pamekasan, mulai dari perhotelan hingga pelaku UMKM. Sehingga, mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
“Jika itu selesai, tentu akan ada event yang terselenggara, dan di sana akan ada perputaran ekonomi yang mampu mendongkrak PAD kita,” tuturnya, Kamis (3/10/2024).
Politisi Partai Demokrat itu menambah, apabila renovasi stadion tersebut sudah rampung, dinas terkait harus mampu melakukan pengelolaan dengan maksimal.
“Kemoloran itu pasti ada penyebabnya. Namun yang jelas, setelah diserahterimakan ke pemkab, pengelolaannya harus maksimal,” tambah Ismail.
Sebelumnya, Tim Teknis Renovasi SGMRP Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan Priantoni Wibowo mengutarakan, mega proyek renovasi stadion tersebut memang belum selesai 100 persen.
Saat ini masih tersisa finishing seperti pengecatan, pembersihan bongkaran material, dan tampak bagian depan stadion. Sedangkan untuk pengerjaan besarnya dipastikan sudah selesai selesai.
Sekadar diketahui, pengerjaan renovasi itu sudah mendapatkan tambahan waktu pengerjaan selama 40 hari, yakni yang awalnya harus selesai pada pertengahan Agustus, ditambah hingga akhir September.
Akan tetapi, hingga berita ini diterbitkan, finishing stadion masih belum rampung. Masih terdapat beberapa pekerja dan bahan material yang tampak melakukan proses pengerjaan, utamanya bagian depan stadion.
“Tiga stadion lain yang juga dapat jatah renovasi tahun ini, juga belum selesai pengerjaannya,” tegas Priantoni. (nur/zul/nam)





