Ruang Kelas SDN Gunung Rancak 1 Ambruk, Siswa Terpaksa Belajar di Teras dan Rumah Warga

KABAR MADURA | Lantaran kondisi ruang kelas di SDN Gunung Rancak 1 di Kecamatan Robatal, Sampang, dibiarkan tidak layak dan sampai ambruk. Para siswa terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di teras sekolah dan numpang di lokasi warga setempat.

Mirisnya, salah satu atas ruang kelas yang ambruk itu sempat mengakibatkan seorang siswa tertimpa reruntuhan bangunan tersebut, namun masih selamat, hanya mengalami trauma dan luka ringan.

Kepala SDN Gunung Rancak 1 Solihin mengatakan, kondisi ruang kelas yang tidak layak itu sebetulnya sudah berjalan selama kurang lebih dua tahun. Saat ini,  beberapa ruang kelas itu terpaksa tidak digunakan untuk KBM, karena khawatir sewaktu-waktu atapnya bisa ambruk dan mengancam keselamatan siswa.

Sebelumnya pihak sekolah sudah pernah mengajukan usulan perbaikan ruang kelas yang tidak layak pakai tersebut kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang. Namun, hingga saat ini tidak kunjung ada kejelasan.

“Untuk sementara, para anak didik ini harus belajar di teras sekolah dan bahkan menumpang di lokasi warga setempat agar KBM tetap berjalan,” ungkap Solihin kepada awak media.

Bahkan, beber Solihin, pihak sekolah sebelumnya sempat dipanggil oleh Disdik Sampang. Akan tetapi setelah diketahui bahwa status bangunan sekolah masih hak pakai bukan bersertifikat hak milik. Sehingga usulan perbaikan tersebut tidak bisa dilanjutkan atau ditolak.

Baca Juga:  Ruang Kelas SDN Tanjung 1 Pegantenan Rusak Parah, Siswa Terpaksa Pindah saat Hujan dan Angin Kencang

“Kami harap atap ruang kelas yang ambruk ini bisa segera diperbaiki oleh pihak dinas. Sehingga anak-anak bisa belajar di ruang kelas yang nyaman dan aman,” pintanya.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa, H Abdus mengaku khawatir atas keselamatan anaknya beserta seluruh siswa SDN Gunung Rancak 1 lainnya dengan kondisi bangunan sekolah yang tidak layak tersebut.

Di sisi lain, para siswa juga tidak bisa fokus dan konsentrasi belajar di teras sekolah tersebut. Untuk itu, dia meminta agar dinas terkait dan Bupati Sampang Slamet Junaidi dapat memperhatikan kondisi sejumlah ruang kelas SDN Gunung Rancak 1 tersebut.

“Tentu, kami selaku orang tua siswa was was ketika anaknya di sekolah, utama saat kondisi hujan, khawatir tertimpa plafon atau tertimpa genting yang rangkanya memang sudah lapuk ini. Harus segera diperbaiki,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfudz meminta pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang untuk memantau kondisi sekolah itu, sehingga tidak ada lagi kasus-kasus terkait sarana prasarana pendidikan yang rusak, seperti di SDN Gunung Rancak 1 tersebut.

Baca Juga:  Jelang Tahun Ajaran Baru, Penentuan Lahan Sekolah Rakyat di Pamekasan Belum Final

Pihaknya berharap agar pelayanan di Disdik Sampang optimal, dapat meningkatkan akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil. Prioritaskan pengembangan infrastruktur pendidikan, peningkatan kualitas guru, dan program-program yang mendukung peningkatan prestasi siswa.

“Kalau memang masih ada hambatan, semoga bisa segera mendapatkan solusi dan terselesaikan dengan baik,” ungkap Ra Mahfudz saat melakukan kunjungan kerja ke Disdik Sampang, Senin (15/9/2025).

Sementara itu, Kepala Disdik Sampang Mohammad Fadeli mengaku sudah mengetahui kondisi bangunan atap yang ambruk di SDN Gunung Rancak 1 itu. Dia sesumbar akan segera mencarikan solusi untuk masalah di SDN tersebut, termasuk melakukan asesmen kerusakan, perencanaan perbaikan atau pembangunan ulang, serta pengalokasian anggaran yang diperlukan.

“Kami memahami betapa pentingnya sarana pendidikan yang aman dan nyaman bagi siswa dan guru ini. Semoga dalam waktu dekat pembangunan di SDN Gunung Rancak 1 ini segera bisa terealisasikan, saat ini sedang kita carikan solusi,” tukasnya.(sub/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *