KABAR MADURA | Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kajuanak 4, Kecamatan Galis, Bangkalan, hingga kini masih berlangsung di halaman sekolah. Kondisi itu terjadi setelah bangunan utama yang biasa digunakan siswa roboh pada November 2025 lalu dan belum juga diperbaiki.
Sekolah yang menampung 105 siswa itu kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Selain ruang kelas yang sudah roboh, sisa bangunan lain tampak retak dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
Kepala SDN Kajuanak 4, Ningsih, menjelaskan, selama ini kegiatan belajar terpaksa dilakukan di luar ruangan. Sejumlah siswa belajar di depan kelas, sebagian lainnya di rumah warga, hingga memanfaatkan tenda darurat yang didirikan di area sekolah.
“Kegiatan belajar sampai saat ini ada di luar kelas, meski tidak roboh semua, sisa bangunan yang ada juga mengancam keamanan siswa jika dipergunakan,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ningsih mengaku hingga kini belum ada kejelasan terkait jadwal perbaikan gedung sekolah. Sebab itu, pihaknya berharap Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan segera mengambil langkah konkret.
“Untuk kejelasan perbaikan saya kurang tahu pasti, karena belum ada informasi. Harapannya segera ada perbaikan,” ungkapnya.
Kondisi tersebut juga dikeluhkan oleh para orang tua siswa. Salah satunya, Umriyah, yang menilai kegiatan belajar di ruang terbuka membuat anak-anak sulit berkonsentrasi, terlebih saat cuaca tidak mendukung.
“Ya, mereka pas masuk itu kurang fokus, keadaannya seperti itu, di ruang terbuka, pastinya terganggu dan kurang nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Disdik Bangkalan, Ali Yusri Purwanto, menegaskan bahwa pihaknya tetap merespons kondisi tersebut. Menurutnya, proses perbaikan saat ini masih dalam tahap administrasi.
“Untuk perbaikan, kami sedang melakukan proses pengurusan, dan alhamdulillah untuk perbaikan dapat dipastikan akan dilakukan tahun ini,” tegasnya. (fik/zul)





