Proyek Jalan Lingkar Bandara Sumenep Rp5,3 Miliar Baru Rampung 800 Meter

Pemerintahan92 views

 

KABAR MADURA | Proyek pembangunan jalan lingkar bandara di Desa Kacongan kembali dilanjutkan oleh Dinas PUTR Sumenep pada tahun 2026. Namun, besarnya anggaran yang digelontorkan memicu sorotan tajam.

Tahun ini, Pemkab Sumenep mengalokasikan dana sekitar Rp2,6 miliar untuk pembangunan jalan sepanjang 400 meter. Jika ditotal dengan anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp2.719.277.929 untuk panjang yang sama, maka dana yang telah dikucurkan mencapai lebih dari Rp5,3 miliar, namun progres baru menyentuh 800 meter.

Dengan total panjang jalan yang direncanakan mencapai 1,2 kilometer, proyek ini masih menyisakan sekitar 400 meter lagi untuk dapat tersambung hingga sisi timur. Artinya, hingga dua tahun anggaran berjalan, proyek belum juga rampung.

Baca Juga:  Reses II DPRD Sumenep, Keluhan Masyarakat Masih Seputar Kebutuhan Dasar Pokok

Kabid Bina Marga DPUTR Sumenep, Salamet Supriyadi, mengakui bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran.

“Iya tahun ini dilanjutkan, anggarannya sekitar Rp 2,6 miliar. Memang belum bisa selesai karena keterbatasan dana,” ujarnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Ketua Komisi III DPRD Sumenep, M Muhri, mengingatkan agar proyek tidak dikerjakan asal-asalan. Sebab, jalan lingkar tersebut memang menjadi jalan utama nanti.

“Iya harus serius. Jangan sampai anggaran besar yang dikeluarkan justru menghasilkan kualitas jalan yang buruk dan tidak bertahan lama,” tegasnya.

Baca Juga:  Pelabuhan Kalianget Belum Beroperasi Meski Habiskan Anggaran Hampir Rp4 Miliar

Dia meminta masyarakat ikut aktif mengawasi, karena jika dihitung secara kasar, setiap 400 meter jalan menelan biaya miliaran rupiah. Tanpa pengawasan ketat, proyek ini berpotensi menjadi beban anggaran berulang tanpa hasil optimal.

Pembangunan jalan lingkar bandara sejatinya menjadi proyek strategis untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Sumenep. Namun, besarnya anggaran yang tidak diimbangi percepatan progres berisiko memunculkan persepsi pemborosan.

“Pemerintah harus memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar menghadirkan infrastruktur berkualitas, bukan sekadar proyek yang terus berulang setiap tahun,” pungkasnya. (ara/waw)

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *