KABAR MADURA | Kondisi Perpustakaan Umum Daerah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang sering sepi pengunjung. Inovasi digital yang dilakukan pengelolanya tidak mampu membangkitkan gairah kunjungan di gedung yang beralamat di Jalan Merapi, Sampang itu.
Pustakawan Perpustakaan Umum Daerah Sampang Yogi Alif Pratama mengaku selalu mengoptimalkan program perpustakaan digital, yakni aplikasi D-Maca. Dia mengklaim bahwa aplikasi itu berjalan lancar untuk pembaca buku via online.
“Memang untuk menarik minat datang ke perpustakaan ini merupakan tantangan yang dihadapi saat ini,” ujar Yogi.
Sepinya pengunjung perpustakaan itu dibenarkan Musdalifah, salah seorang mahasiswa asal Sampang. Dia mengatakan, gedung perpustakaan itu dinilai kurang relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Dia mengaku dulu sering ke perpustakaan untuk mencari buku referensi atau sekadar membaca.
Dikarenakan teknologi yang sudah sangat mudah diakses, tegas wanita dengan sapaan Ipe ini, sehingga otomatis mayoritas masyarakat saat ini kurang berminat untuk berkunjung ke perpustakaan tersebut.
Saat ini, imbuh Ipe, untuk mendapatkan layanan buku tidak harus keluar rumah pergi ke perpustakaan, tapi bisa diakses melalui internet dengan mudah. Maka peminat yang datang ke perpustakaan terus berkurang.
“Biar tidak sering sepi terus, mestinya pemkab harus berinovasi,” ujar Ipe saat ditemui Kabar Madura.
Selain karena teknologi informasi, koleksi buku yang tersedia di perpustakaan tersebut juga menjadi salah satu faktor sepinya pengunjung. Dia berharap ada perubahan yang lebih signifikan. Menurutnya, perpustakaan harus menjadi pusat edukasi dan perlu ada promosi lebih gencar melalui media sosial.
“Memang gedung perpus ini tempatnya bagus dan nyaman, tapi lihat koleksi buku kurang lengkap dan butuh inovasi,” pungkas Ipe. (km90/sub/waw)





