KABAR MADURA | Tim Ser Naser 99 asal Pamekasan mencatatkan sejarah gemilang pada ajang Piala Presiden Kerapan Sapi 2024 di Stadion RP. Moch Noer Bangkalan, Minggu kemarin (1/9/2024). Tim kerapan sapi milik H. Fathor Rosi itu berhasil keluar menjadi juara pertama.
Piala Presiden Kerapan Sapi 2024 itu diikuti oleh 24 pasang sapi yang berasal dari empat kabupaten di Madura.
Pemilik Tim Ser Naser 99 H. Fathor Rosi sangat rasa bersyukur atas kemenangan timnya di Piala Presiden 2024. Menurutnya, dunia kerapan sapi ini merupakan hal yang baru baginya. Dirinya baru terbilang sekitar tujuh bulan yang secara khusus fokus menggeluti dunia kerapan sapi. Karena itu, prestasi ini menjadi motivasi tersendirinya baginya untuk terus melestarikan warisan budaya itu.
“Saya sangat terkejut dan bersyukur bisa meraih juara pertama dalam kompetisi yang sangat bergengsi ini. Ini adalah pengalaman pertama bagi kami dalam kontestasi kerapan sapi. Saya tidak menyangka hasilnya bisa sebaik ini,” ujarnya pada Kabar Madura, Senin (2/9/2024).
Pria kelahiran 1996 itu mengungkapkan, dirinya membeli pasangan sapi Ser Naser 99 seharga Rp750 juta, pasca Pemilu legislatif atau Pileg 2024. Selain Ser Naser 99, H. Rosi juga memiliki satu pasang sapi lainnya, yakni Lanyala 99.
“Keberhasilan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi juga sebagai bentuk komitmen saya untuk melestarikan warisan budaya kita. Saya berharap bisa terus berkontribusi dalam menjaga dan melestarikan kerapan sapi di Madura,” tegasnya.
Tim Ser Naser 99 berhasil menggeser juara bertahan, Gagak Rimang milik H. Tohir. Tim Gagak Rimang terpaksa harus puas di posisi kedua. Sementara di posisi ketiga diraih oleh Sapi Bandit Elit dari Bangkalan. Sedangkan di kategori golongan bawah, Melindos Junior dari Sumenep meraih juara pertama, diikuti Setel Balap dari Sampang di posisi kedua, dan posisi ketiga Jet Matic milik H. Hakiki dari Sampang.
- Rosi menegaskan, ajang kerapan sapi ini juga memberikan kesempatan bagi para peternak dan joki muda untuk menunjukkan keterampilannya. Banyak dari mereka yang telah berlatih selama bertahun-tahun dan berharap dapat mengikuti jejak para pendahulunya yang telah berkontribusi dalam mengembangkan kerapan sapi sebagai bagian dari warisan budaya Madura.
Pihaknya berharap, kerapan sapi Madura akan semakin dikenal dan dihargai, baik di kancah nasional maupun internasional.
“Kerapan Sapi Madura bukan hanya sebuah olahraga, tetapi juga cerminan dari semangat komunitas yang ingin melestarikan dan merayakan warisan budaya,” tukasnya. (rul/zul)





