Serapan APBD Sumenep Baru 77 Persen, Bupati Achmad Fauzi Minta OPD Kerja Ekstra

Pemerintahan109 views

KABAR MADURA | Menjelang penutupan tahun anggaran 2025, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengimbau seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk bekerja maksimal mempercepat serapan APBD. Dorongan tersebut disampaikan setelah laporan realisasi anggaran menunjukkan bahwa hingga 9 Desember 2025, serapan APBD Kabupaten Sumenep baru mencapai 77,37 persen.

Dari total pagu sebesar Rp2,7 triliun, realisasi yang masuk tercatat Rp2,09 triliun, sehingga masih tersisa sekitar 22,63 persen atau Rp612,15 miliar yang belum terserap.

Bupati Fauzi menegaskan bahwa percepatan serapan anggaran sangat penting untuk memastikan program-program pembangunan dan layanan publik benar-benar dirasakan masyarakat.

“Saya meminta seluruh OPD untuk fokus, bekerja optimal, dan memastikan serapan anggaran berjalan efektif pada sisa waktu yang ada. Jangan sampai ada kegiatan penting yang tertunda hanya karena lambatnya proses administrasi atau pelaksanaan teknis,” tegasnya.

Baca Juga:  Sumenep Dapat 500 Unit BSPS 2026, Pemkab Bentuk Tim Khusus Awasi Penyaluran Bantuan Rumah

Imbauan Bupati itu juga merespons sorotan DPRD Sumenep, salah satunya disampaikan Anggota Badan Anggaran DPRD Sumenep Akhmadi Yasid, yang menilai serapan 77 persen masih jauh dari harapan.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Ini sudah minggu kedua Desember 2025. Artinya tinggal sekitar satu minggu kerja efektif. Pemkab harus ekstra fokus, bahkan jika perlu lembur agar tidak menyisakan SILPA besar, terutama pada belanja modal,” ujar politisi PKB tersebut.

Di sisi lain, Pj Sekda Sumenep Achmad Syahwan Effendy menjelaskan bahwa sebagian anggaran belum terserap karena beberapa pekerjaan sudah selesai, namun pencairannya masih dalam proses.

Baca Juga:  Hari Bumi 2026, Pemkab Sumenep Tekankan Aksi Nyata Jaga Lingkungan

“Ada pekerjaan rampung, tetapi tahap pencairan belum berjalan. Dananya masih tertahan meskipun teknis sudah selesai,” jelasnya.

Syahwan juga menyebut sejumlah kegiatan masih menunggu penyelesaian fisik, sementara sebagian selisih anggaran muncul karena penyesuaian harga aktual pada belanja modal.

“Jika harga barang turun dari rencana, otomatis ada sisa yang kembali dan tercatat sebagai anggaran tidak terserap,” tambahnya.

Dengan sisa waktu yang sangat terbatas, Pemkab Sumenep di bawah arahan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menekankan pentingnya koordinasi cepat, perbaikan administrasi, dan percepatan penyelesaian pekerjaan agar pembangunan tahun 2025 dapat mencapai hasil maksimal sekaligus meminimalisir SILPA. (ara/waw)

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *