Setahun 800 Pelanggan PDAM Sampang Dialiri Air Keruh Berbau

KABAR MADURA | Sekitar 800 pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang terdampak mendapatkan distribusi air keruh berbau tidak sedap sejak akhir tahun 2024 lalu. Namun, hingga kini persoalan tersebut tidak kunjung diatasi PDAM Sampang.

Plt Kasubid Pelayanan Kepelangganan PDAM Trunojoyo Sampang Teguh Prawira mengatakan, persoalan Air berbau tidak sedap itu memang sudah terjadi sejak akhir tahun 2024 lalu. Jumlah warga terdampak sekitar 800 pelanggan.

Atas insiden tersebut, pihak perusahan air minum milik Pemkab Sampang itu mengaku sudah memberikan dua solusi kepada para pelanggan terdampak. Selain itu sudah menginvestigasi guna mengatasi keluhan dari para pelanggan tersebut.

“Solusi yang pertama, kami sudah memberikan kompensasi berupa potongan harga dengan pembayaran minimum sebesar Rp47 ribu setiap bulan untuk pelanggan rumah tangga. Ini sebagai bentuk tanggung jawab,” ujar Teguh.

Selain itu, kata Teguh, pihak PDAM Sampang telah mencari sumber mata air baru sebagai langkah jangka panjang untuk memastikan pasokan air tetap bersih dan berkualitas.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Dalam pencarian mata air itu tidak langsung melakukan pengeboran. Proses ini memerlukan kajian yang mendalam, mulai dari survei lahan, analisis kualitas air, hingga pertimbangan terhadap dampak lingkungan. Rencananya PDAM akan mendatangkan tim pencarian mata air itu ke Sampang pada Februari 2025 ini.

“Kami meminta agar masyarakat tetap bersabar dan segera melaporkan jika ada keluhan lebih lanjut. Yang pasti, tim teknis kita terus bekerja untuk memperbaiki kualitas air yang tersalur ke pelanggan,” harap Teguh pada masyarakat.

Tamim, salah satu pelanggan PDAM Trunojoyo Sampang mendesak agar permasalah air keruh dan berbau tidak sedap itu segera dapat teratasi, dan bisa kembali normal seperti sebelumnya. 

“Kami harap ada solusi lebih cepat dalam menangani permasalahan ini. Karena ini dapat merugikan dan membahayakan kesehatan masyarakat,” ucap Tamim. (KM90/sub/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *