KABAR MADURA | Menjelang momentum Lebaran Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah/2025 Masehi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan hanya bisa tambah jam kerja dan ubah sistem kerja dalam pengelolaan sampah di wilayahnya.
Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Pamekasan Buyung Sebastian melalui staf Bidang Persampahan Muhammad Yunus mengatakan, penambahan jam kerja dan mengubah sistem pengelolaan sampah sebagai upaya mencegah penumpukan sampah yang berlebihan.
Menurutnya, saat ini volume sampah sudah mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari biasanya. Dari 40 ton per hari di hari normal, meningkat menjadi 46 ton per hari yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Pasti terjadi peningkatan jumlah volume sampah. Makanya, kita perlu ubah sistem kerja dan penambahan kerja kebersihan di Pamekasan,” katanya, Kamis (27/3/2025).
Untuk mengatasi masalah tersebut, DLH Pamekasan telah mengubah sistem kerja pada dua bagian pekerjaan. Pertama, petugas pengangkutan sampah yang biasanya mengangkut dua kali sehari, menjadi tiga kali sehari.
Kedua, petugas kebersihan jalan yang semula bertugas pukul 05:00 WIB, kini dimajukan sekitar pukul 02:00 WIB.
Yunus mengatakan, perubahan sistem kerja dilakukan berdasarkan hasil evaluasi internal DLH Pamekasan dengan mempertimbangkan berbagai hal, seperti memberikan kesempatan bagi petugas untuk bersama keluarga saat momen lebaran.
“Untuk perubahan jam kerja bagi petugas kebersihan jalan hanya berlaku sekitar dua hari, dimulai pada saat malam hari raya,” tambahnya.
Kendati ada perubahan sistem kerja, pihaknya belum dapat menambah jumlah petugas kebersihan. Fokus utama pengelolaan sampah tetap pada wilayah perkotaan dan pasar-pasar di Pamekasan.
Yunus berharap, dengan adanya 150 lebih petugas, kebersihan kota tetap terjaga selama perayaan Idulfitri tahun ini.
“Saat ini, jumlah petugas kebersihan sekitar 150 orang. Kami optimalkan yang ada, karena menambah petugas berarti menambah anggaran. Sedangkan kondisi keuangan pemerintah daerah belum stabil,” pungkasnya. (km62/din)





