Sidang Paripurna HUT ke-80 RI, Ketua DPRD Pamekasan Tekankan Makna Kemerdekaan

Berita73 views

KABAR MADURA | DPRD Pamekasan menggelar sidang paripurna dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia di ruang sidang dewan, Jumat (15/8/2025). Sidang dihadiri pimpinan dan anggota DPRD, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pejabat daerah.

Agenda utama sidang tersebut adalah mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI, Prabowo Subianto secara bersama-sama.

Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur menyampaikan, Presiden dalam pidatonya menekankan tiga poin penting. Pertama, perlunya nasionalisasi aset negara yang masih dikuasai pihak swasta. Kedua, penegakan supremasi hukum agar tidak ada kekuatan yang berada di atas hukum. Ketiga, ajakan bergotong royong demi mensukseskan peringatan HUT ke-80 RI.

Baca Juga:  DD Dipotong demi Percepatan KDKMP, Fraksi PKB Pamekasan Minta Desa Lebih Kreatif

“Secara umum, Pak Presiden meminta kita menasionalisasi aset, menegakkan supremasi hukum, serta bahu membahu mensukseskan perayaan kemerdekaan. Tiga hal ini sangat penting sebagai pijakan bersama,” papar Ali Masykur usai sidang.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menambahkan, rapat paripurna tidak hanya berlangsung di Pamekasan, tetapi juga serentak di seluruh Indonesia. Tujuannya sebagai bentuk penghormatan terhadap momentum kemerdekaan sekaligus menyerap pesan kebangsaan Presiden untuk ditindaklanjuti di daerah.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Lebih lanjut, Ali Masykur menyampaikan makna kemerdekaan sejati adalah kemandirian dan keberanian berdiri di atas kaki sendiri.

Baca Juga:  Tambang Ilegal Palengaan Disorot, DPRD hingga Aktivis: Oligarki Untung, Rakyat Tanggung Debu dan Jalan Hancur

“Kemerdekaan itu merdeka dari kungkungan orang lain, berdiri di atas kaki sendiri, dan tidak boleh terdetik oleh siapa pun selama kita berada di jalan yang benar,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan, kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata tanpa melihat apa pekerjaannya. Sebab jika bersyukur dengan mencintai pekerjaan tersebut, maka akan menghasilkan pekerjaan yang baik.

“Bagi saya, merdeka itu tidak menganggur. Sekecil apa pun pekerjaan kita, harus kita senangi, karena aktivitas dan kreativitas adalah bagian dari mensyukuri kemerdekaan,” pungkasnya. (rul/ong)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *