Sisa DD Rp2 Miliar di Sumenep Belum Diajukan Desa

News13 views

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Realisasi penyaluran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) di Sumenep belum seratus persen. Sementara, tinggal tersisa dua hari masuk jatuh tempo harus terserap 100 persen. Deadline itu jatuh pada Selasa (19/12/2023).

Kabid Perbendaharaan Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep  Uswatun Hasanah mengatakan, penyaluran DD dan ADD perlu dipercepat agar serapannya menjadi 100 persen hingga waktu yang telah ditentukan.

Berdasarkan data penyaluran di instansinya, sisa pagu anggaran yang belum diajukan khusus desa senilai Rp2.119.574.000 dari pagu anggaran sebesar Rp131.683.768.430.

Untuk sisa yang belum diajukan senilai Rp188.870.000 di 14 desa di Kecamatan Batuputih, 15 desa di Kecamatan Dungkek Rp219.734.500, 14 desa di Kecamatan Ganding  Rp180.771.500, 12 desa Kecamatan Guluk-Guluk senilai Rp285.497.500, 9 desa di Kecamatan Kangayan senilai Rp378.570.500, 4 desa di Kecamatan Masalembu Rp709.828.000, 8 desa  Kecamatan Nonggunong 156.302.000.

“Rata-rata di desa yang berada di kepulauan yang membuat serapan masih belum 100 persen. Saat ini masih 98,39 persen khusus ADD,” ujarnya Minggu (17/12/2023).

Sementara untuk DD masih 99,8 persen, sisa dana yang belum tersalurkan senilai Rp561.600.000 dari pagu anggaran sebesar Rp359.620.929.000 masih tercapai Rp359.059.329.000.

“Data ini berubah setiap hari, semoga besok sudah berubah karena sudah tersalurkan semua,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Anwar Syahroni mengakui bahwa untuk beberapa desa untuk DD/ADD mesih belum terserap semua. Tetapi, satu sampai dua hari lagi sudah diyakini sudah mencapai 100 persen.

“Saat dalam proses, ada sebagian desa yang lambat karena administrasinya belum selesai,” ucapnya.

Pewarta: Imam Mahdi

Redaktur: Sule Sulaiman

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *