KABAR MADURA | Universitas Bahaudin Mudhary atau UNIBA Madura menanamkan semangat kewirausahaan kepada mahasiswa. Kegiatan yang menjadi bagian dari program unggulan Integrative Collaboration Program (ICP) tersebut diikuti sekitar 700 mahasiswa, Kamis (10/7/2025).
Disampaikan dalam Stadium General Kewirausahaan bertajuk Membangun Startup Berbasis Solusi Sosial: Kolaborasi Mahasiswa Menuju Wirausaha Berdampak di Aula Pesantren UNIBA Madura, acara tersebut wajib diikuti seluruh mahasiswa dari berbagai program studi.
Kegiatan tersebut dibarengi dengan pameran bazar produk mahasiswa ini, dihadiri lebih dari 700 peserta dari unsur civitas akademika dan Exco Kelompok Unit Perusahaan (KUP) Program Jaringan Unit Rakyat (POJUR).
Rektor UNIBA Madura Prof. Rachmad Hidayat menuturkan bahwa Stadium General ini bukan sekadar forum motivasi, melainkan ajang nyata membangun fondasi wirausaha di kalangan mahasiswa.
“Di ICP ini, mahasiswa tidak hanya diajarkan teori. Mereka belajar langsung bagaimana merintis usaha, mulai dari mengurus perizinan, menentukan produk, strategi pemasaran, hingga menyusun laporan keuangan,” kata Prof. Rachmad.
Prof. Rachmad berharap, melalui kegiatan ini akan lahir wirausaha-wirausaha muda yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Madura melalui inovasi dan keberpihakan sosial.
“Kami ingin mahasiswa UNIBA Madura bukan hanya lulus, tapi juga menjadi pencipta lapangan kerja, agen perubahan, dan penggerak ekonomi di daerahnya sendiri,” pungkasnya.
Dalam stadium general itu juga menghadirkan sosok inspiratif yang sudah tidak asing di Madura, Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary Prof. Achsanul Qosasi. Sebagai pembicara utama, Prof. AQ menyuntikkan semangat dan membagikan pengalaman berharga dalam membangun wirausaha berbasis nilai dan kontribusi sosial.
Dalam orasi motivasionalnya, Prof. AQ menekankan pentingnya keberanian dan visi dalam merancang masa depan.
“Mulai sekarang saatnya kalian mendesain masa depan, membangun usaha, dan menjadi solusi bagi masyarakat sekitar,” kata Prof. AQ yang disambut tepuk tangan meriah.
Lebih jauh, Prof. AQ juga mendorong mahasiswa untuk berani mengambil langkah nyata dan tidak takut gagal. Wirausaha bukan soal modal besar, tapi soal gagasan dan kemauan.
“Gagal itu biasa, tapi tidak mencoba dan hanya diam dipastikan kalian gagal,” paparnya. (ara/waw)





