KABAR MADURA | Dalam kegiatan pemeliharaan dan perawatan bangunan pasar, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag) Sumenep tidak merencanakan proyek revitalisasi atau pembangunan pasar tradisional.
Kepala Diskop UKM dan Perindag Sumenep Chainur Rasyid melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Idham Halil mengatakan, anggaran yang disediakan hanya Rp400 juta. Kegiatannya untuk pengadaan pagar pasar dan paving.
Pengadaan paving akan dilakukan di Pasar Pragaan. Kemudian pengadaan pagar di Pasar Lenteng. Saat ini masih perencanaan. Pelaksanaanya masih ditarget Maret atau April 2024 mendatang.
“Anggaran kami sangat terbatas pada tahun ini. Tidak ada revitalisasi bangunan pasar dan pekerjaan fisik yang mrncapai miliaran,” tutur pria dengan sapaan Inung ini, Minggu (14/1/2024).
“Kalau soal kapan pembangunan pasar, saya belum bisa berbicara banyak. Yang jelas, paling tidak tahun 2025 mendatang dapat dilaksanakan di berbagai pasar,” imbuh dia.
Sebagai informasi, terdapat 26 pasar yang berstatus milik Pemkab Sumenep. Jumlah tersebut masih banyak yang butuh pembangunan, salah satunya di Pasar Lenteng dan lainnya.
Sementara itu, Plt Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Sumenep Ibnu Hajar mengakui bahwa masih banyak pasar yang belum direvitalisasi, sehingga para pedagang menginginkan ada pembangunan atau revitalisasi pasar.
“Misalnya di Pasar Ganding, Bangkal, serta pasar Kalianget dan lainnya,” ucap pria asal Lenteng itu.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





