Tahun 2025, Destana hanya Dibentuk di Satu Desa di Pamekasan

KABAR MADURA | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Pamekasan hanya menargetkan satu pembentukan desa tangguh bencana (destana) sepanjang tahun 2025. Target ini disesuaikan dengan surat edaran BPBD Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Plt Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan Akhmad Dofir Rosidi mengatakan, sampai dengan tahun 2024, sudah terdapat 16 destana yang terbentuk. Mayoritas berada di wilayah perkotaan, dengan rincian 10 destana di Kecamatan Pamekasan, 5 di Kecamatan Pademawu, dan 1 di Kecamatan Pegantenan.

Pembentukan destana tersebut menyasar pada wilayah-wilayah yang dinilai rawan bencana alam, yang tersebar di seluruh kecamatan, terutama wilayah yang sering mengalami bencana alam dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

“Sementara ini untuk destana masih banyak di daerah perkotaan, di antara penyebabnya karena seringnya bencana yang terjadi,” ungkapnya, Rabu (5/3/2025).

Baca Juga:  BPBD Pamekasan Siaga Hadapi Ancaman Kemarau Panjang dan Krisis Air Bersih

Untuk membentuk satu destana, lanjut Dofir, dibutuhkan sedikitnya Rp30 juta untuk memenuhi semua kebutuhannya, mulai dari pembentukan tim maupun persiapan lainnya. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, biaya pembentukan destana ditanggung oleh BPBD Provinsi Jawa Timur.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Meski hanya menargetkan satu destana, pihaknya mengaku telah melakukan beberapa upaya ekstra untuk memaksimalkan program ini, termasuk mengkaji resiko kebencanaan, serta kerentanan bencana di setiap desa maupun kelurahan.

“Karena anggarannya dari provinsi, kita usahakan pembentukan itu terlaksana dengan baik di tahun ini,” tambahnya.

Baca Juga:  BPBD Pamekasan Siaga Hadapi Ancaman Kemarau Panjang dan Krisis Air Bersih

Dengan adanya pembentukan destana, Dofir berharap, masyarakat dapat menghadapi bencana dengan lebih siap dan tanggap. Selain itu, pemahaman masyarakat tentang potensi bencana juga bisa meningkat, sehingga risiko dapat diminimalisir melalui langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Dia mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi dan instruksi dari pihak berwenang, agar langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan secara tepat waktu.

“Saya harap masyarakat dapat memastikan keselamatannya dalam menghadapi bencana, baik mental maupun fisiknya,” pungkasnya. (km62/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *