KABAR MADURA | Mendekati tutup tahun, pendapatan asli daerah (PAD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waru Pamekasan belum mencapai 100 persen dari target Rp14 miliar.
Direktur RSUD Waru Pamekasan dr. Nanang Suyanto mengatakan, salah satu ukuran dalam menaikkan target PAD itu adalah capaian pada tahun sebelumnya. Per akhir November 2024, capaian PAD RSUD Waru masih Rp 7,8 miliar atau 55,7 persen dari target.
Menurutnya, target PAD 2025 itu masih berpotensi berubah. Pengurangan atau peningkatan itu bisa dilakukan di Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD).
“Belum tercapai untuk 2024, sementara (target PAD 2025) kami tetapkan dulu,” ujarnya kepada Kabar Madura, Kamis (19/12/2024).
Nanang menjelaskan, secara umum tidak ada kendala dalam peningkatan pencapaian PAD RSUD Waru. Akan tetapi, yang perlu diketahui, sumber PAD itu tergantung dengan siklus orang sakit yang dirawat di RSUD Waru.
“Mayoritas berasal dari rawat inap sumber PAD-nya, karena tarifnya besar. Hampir semuanya rumah sakit saat ini dari klaim kepesertaan BPJS Kesehatan, apalagi kami di utara, 95 persen lebih berasal dari BPJS Kesehatan,” ungkapnya.
Pihaknya berjanji akan berupaya terus meningkatkan capaian PAD. Mengingat, layanan kesehatan RSUD Waru masih terus berjalan hingga tutup tahun nanti.
“Sebab untuk perolehan akhir di Desember belum terjumlah, lantaran layanan masih terus berlangsung,” tukasnya. (rul/zul)





