Tiga Proyek Belum Selesai Tender Disorot Legislatif, Barjas Lakukan Evaluasi

News70 views

KABAR MADURA | Sebanyak tiga proyek pekerjaan di Sumenep yang hingga saat ini masih belum selesai tender. Kondisi tereebut akan berpengaruh terhadap penyelesaian pekerjaan yang dikhawatirkan terlambat.

Tiga pekerjaan tersebut, yakni pembangunan jembatan Dusun Batuguluk Desa Bilis-Bilis, Kecamatan Arjasa senilai Rp2.630.847.013. Lalu, rehabilitaai dan normalisasi Embung Montorna Pasongsongan Rp458.707.500. Selain itu, rehabilitasi saluran irigasi air tanah Jambu 1 Sumenep Rp465.576.668. Ketiganya, merupakan program Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep.

Pasalnya, ada beberapa alasan yang membuat tiga proyek itu tidak kunjung selesai tender. Pertama, karena pengajuannya lambat, kemudian ada juga yang dilakukan retender lantaran tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran.

“Saat ini masih proses, dari sekian banyaknya paket proyek di Sumenep yang diajukan lelang terdapat tiga itu yang saat ini masih proses evaluasi,” kata Fungsional Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setkab Sumenep Hanny Agus Andrian, Selasa (13/8/2024).

Dia tidak dapat memastikan kapan evaluasi lelang itu selesai. Sebab, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan, diantaranya kelengapan berkas serta perlengkapan lainnya.

JJS Kabar Madura

Puhaknya saat ini mengupayakan agar proses tender itu selesai. Sebab, proyek yang bersumber dari anggaran APBD murni 2024 setidaknya sudah selesai sejak Juli lalu.

“Sebentar lagi kan beralih pada pengajauan proyek yang bersumber dari APBD berubahan 2024, makanya APBD murni setidaknya selesai,” ucapanya.

Kabid Bina PUTR Sumenep Salamet Supriyadi mengakui, jika tiga proyek saat ini masih proses tender. Sebab oleh pihak pengadaan Barjas itu dilakukan retender, karena dianggap tidak memenuhi persyaratan. “Jadi bagi saya agak mepet, tetapi akan diupayakan selesai sebelum akhir tahun 2024,” tegasanya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Sumenep Dulsiam menegaskan, proyek yang hingga saat ini belum dikerjakan bakal berpotensi lewat deadline. Untuk itu, hal itu dijadikan bahan evaluasi agar selanjutnya tidak lambat dalam pengajuan lelang.

“Semestinya semua proyek pada April lalu sudah dapat dikerjakan, apalagi sampai saat ini, maka pekerjaan berpotensi lambat. Terlebih proyek yang akan menalan miliaran itu pada pembangunan jembatan di Arjasa,” kata politisi PKB ini.

Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Fathor Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *