KABAR MADURA | Gelombang demonstrasi selama beberapa hari terakhir terus terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Tidak jarang, bentrokan antara massa aksi dan aparat pun tidak bisa dihindari. Dalam kondisi seperti itu, gas air mata sering digunakan untuk meredam situasi ricuh.
Namun, penggunaan gas air mata bukan tanpa risiko. Jika mengenai mata, zat kimia yang terkandung di dalamnya dapat menimbulkan efek yang cukup mengganggu. Dokter Spesialis Mata RSUD Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan, dr. Raden Budi Santoso, menjelaskan, gas air mata umumnya mengandung bahan kimia seperti chlorobenzalmalononitrile (CS).
Budi menyebut, bahan-bahan tersebut bekerja dengan mengiritasi membran mukosa sehingga menyebabkan mata berair, bersin, batuk, dan rasa perih yang intens, meski hanya bersifat sementara.
“Kandungan CS paling umum karena relatif lebih aman dibanding CN (chloroacetophenone). Efek hilang dalam 15-30 menit,” ucapnya, Selasa (2/8/2025).
Untuk penanganan pertama, dr. Budi menyarankan agar mata yang terkena gas air mata segera dicuci menggunakan air bersih dengan suhu normal dan mengalir selama 10 sampai 15 menit. Dia juga mengingatkan agar tidak mengucek mata yang terpapar gas air mata. Menurutnya, tindakan tersebut justru bisa memperparah iritasi atau bahkan merusak kornea.
“Untuk mengurangi nyeri dan bengkak, kompres dingin. Bila menggunakan lensa (mata) segera dilepas,” tambahnya.
Meski efek gas air mata tidak sampai menyebabkan kebutaan, dr. Budi mengimbau agar masyarakat tetap waspada. Jika gejala seperti penglihatan kabur atau nyeri berat tidak kunjung reda, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan terapi tambahan.
Lebih jauh, dia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan mata dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu bisa dilakukan dengan langkah sederhana, seperti mencukupi kebutuhan nutrisi mata melalui konsumsi vitamin A, C, E, omega 3, dan menjaga asupan cairan tubuh.
“Bisa juga terapkan aturan 20-20-2020. Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki atau kurang lebih 6 meter selama 20 detik,” tukasnya kepada Kabar Madura. (nur/zul)





