KABAR MADURA | Jumlah titik kekeringan di Pamekasan menurun dibanding tahun sebelumnya, terutama jumlah dusun yang tertimpa kekeringan.
Hal itu berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Pamekasan Akhmad Dofir Rosidi mengatakan, penurunan jumlah kekeringan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Di antaranya, ujar Dafir, terdapat beberapa pengeboran baru, baik dari program pemerintah maupun secara pribadi di beberapa titik.
“Seperti di Plakpak, yang awalnya 12 dusun, sekarang tinggal lima dusun. Di desa juga seperti itu, tapi tidak sebanyak yang di dusun penurunannya. Namun ada da juga yang desa dan dusun baru masuk rawan kekeringan tahun ini,” ungkap Dofir, Selasa (24/7/2024).
Ditanya soal wilayah mana saja yang masuk kawasan kekeringan tahun ini, Dofir tidak bisa menyebut secara detail. Sebab masih menunggu surat keputusan (SK) dari bupati. Namun, pihaknya menjadwalkan untuk realisasi dropping air, dimungkinkan akan dilakukan pada Agustus mendatang.
Hal itu dikarenakan, selain masih menunggu SK bupati, pengajuan permintaan dropping air saat ini masih tidak terlalu signifikan. Hanya ada beberapa pengajuan.
“Sekarang permintaan (bantuan air) tidak terlalu banyak, hanya ada satu dua. Karena masih belum puncak musim kemarau. Misal ada pengajuan permintaan sebelum Agustus, tetap kita penuhi, seperti di lembaga-lembaga,” tutupnya.
Sementara itu, warga asal Waru Sofiyah berharap, bantuan air bisa segera terealisasi. Sebab di desanya, Desa Sana Laok, meski tidak tergolong kekeringan parah, pihaknya tetap membutuhkan pasokan air bersih di saat musim kemarau. Hal itu dikarenakan ketersediaan air di desanya, cukup terbatas. Sehingga butuh cadangan sumber air.
Bahkan terkadang, lanjut Sofi, di sebagian warga sekitarnya, kebutuhan air tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga, ada beberapa masyarakat yang terpaksa harus membeli secara mandiri.
“Saat-saat musim kemarau memang harus hemat air. Syukur-syukur kalau dapat bantuan (air), meski dapat aja terkadang masih tetap harus beli. Jadi kami berharap, volume air yang didistribusikan ke masyarakat tidak sedikit,” tuturnya.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





