KABAR MADURA | Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan menemukan puluhan kasus hepatitis pada triwulan pertama 2025. Hal itu diungkapkan Plt Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pamekasan Avira Sulistyowati, Rabu (23/4/2025).
Menurutnya, per Maret 2025, ditemukan 82 kasus hepatitis di wilayahnya. Avira mengatakan, penyakit hepatitis merupakan penyakit yang mudah menular dan berbahaya. Namun, penyakit ini dapat dicegah dan diobati dengan penanganan yang tepat dan sesegera mungkin.
“Jumlah itu kami dapatkan dari temuan kasus sejak Januari hingga Maret 2025,” ungkapnya.
Berdasarkan data penyakit sejak tiga tahun terakhir, penyakit hepatitis di Pamekasan, Avira mengakui ada penurunan. Dia merinci, terdapat 556 kasus di tahun 2023, dan 500 kasus di 2024. Sementara pada tahun ini, baru terdapat 82 kasus kejadian.
Avira mengatakan, untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, Dinkes Pamekasan telah melakukan deteksi dini pada ibu hamil dan calon pengantin, pemberian vaksin kepada bayi yang baru lahir, memberikan anjuran untuk menggunakan alat pengaman saat berhubungan suami istri bagi penderita, serta menjaga perilaku pola hidup sehat.
“Penyakit ini biasanya dominan dialami oleh ibu hamil, sisanya akan terjadi kepada kelompok berisiko, seperti suami atau istri yang tertular dari pasangannya, serta penggunaan alat kesehatan yang sudah tertular penyakit itu,” tambahnya.
Sampai saat ini, lanjut Avira, pihaknya belum dapat memberikan rincian daerah mana yang menjadi penyumbang penyakit hepatitis. Sisebab, pemetaan terhadap penyakit ini masih dalam proses pembuatan.
Kendati demikian, Avira berkomitmen untuk mencegah terjadinya peningkatan jumlah sebaran penyakit di wilayahnya. “Secara umum, penyakit ini dapat diderita masyarakat yang berumur 15 hingga 50 tahun,” pungkasnya. (km62/din)





