UIN Madura Gelar ICONIS ke-9: Mengkaji Islam, Budaya, dan STEM di Era Disrupsi

Pendidikan129 views

KABAR MADURA | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura secara resmi menggelar Konferensi Internasional Studi Islam (International Conference on Islamic Studies – ICONIS) ke-9, Rabu (30/7/2025). Acara bergengsi ini dibuka langsung oleh Rektor UIN Madura Dr. Saiful Hadi, dan turut dihadiri oleh berbagai akademisi, termasuk Ketua Senat Akademik UIN Madura, Achmad Muhlis.

ICONIS ke-9, mengusung tema “Islam, Budaya, dan STEM: Perubahan dan Keberlanjutan di Era Disrupsi”. Konferensi ini bertujuan untuk menjadi platform bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk mendiskusikan integrasi antara nilai-nilai Islam, kearifan lokal, dan perkembangan pesat di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).

Dalam sambutannya saat pembukaan, Rektor UIN Madura Dr. Saiful Hadi menekankan pentingnya sinergi antara ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum dalam menghadapi tantangan global. Beliau menyampaikan bahwa ICONIS ke-9 merupakan wujud nyata komitmen UIN Madura dalam mengembangkan keilmuan Islam yang adaptif dan relevan dengan kemajuan zaman, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Baca Juga:  Malam yang Sunyi di Balik Lahirnya Taneyan Lanjhang: Mengenang Moh Mashur Abadi dan Falsafah Keilmuan UIN Madura

Kehadiran Ketua Senat pada acara ini turut menandai dukungan dan apresiasi terhadap inisiatif akademik yang berfokus pada pengembangan riset holistik dan relevansi pembahasan integrasi nilai-nilai Islam dengan kemajuan iptek di era disrupsi.

Ketua Konferensi, Agung Dwi Bahtiar El Rizaq, menambahkan bahwa forum ini adalah momen krusial untuk mengeksplorasi persimpangan dinamis antara STEM, nilai-nilai Islam, dan identitas budaya dalam dunia yang terus berubah. Beliau berharap konferensi ini akan memicu kolaborasi produktif, refleksi kritis, dan gagasan-gagasan baru yang akan berkontribusi pada sistem pendidikan yang lebih komprehensif, adil, dan siap menghadapi masa depan.

Sesi-sesi utama konferensi ini menampilkan pembicara kunci ternama, seperti Dr. Myra Mentari Abubakar dari National University of Singapore, Prof. Novel Anak Lyndon dari Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Prof. Sumanto Al Qurtuby dari Kyoto University & Satya Wacana Christian University. Berbagai topik menarik juga didiskusikan dalam sesi paralel, termasuk pendidikan STEM yang responsif secara budaya dalam konteks Islam, peran pengetahuan adat dalam pembelajaran ilmiah, dimensi etika sains dalam Islam, serta kontribusi historis para sarjana Muslim terhadap perkembangan ilmiah global.

Diharapkan, ICONIS ke-9 akan menjadi katalis untuk inspirasi dan inovasi, mempromosikan dialog antarbudaya dan lintas disiplin, serta memperkuat upaya pembangunan jembatan antara tradisi dan inovasi demi kemajuan peradaban. (rul/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *