KABAR MADURA | Program transmigrasi dari pemerintah pusat kurang diminati warga Sampang. Setiap tahun selalu tidak ada pendaftar. Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sampang, Uriantono Triwibowo mengatakan, rendahnya minat itu disebabkan oleh keterbatasan kuota.
Sampai Maret 2025 ini, tidak ada satu pun yang mendaftar untuk kuota satu keluarga yang disediakan.
“Kami hanya mendapat jatah satu kuota untuk program transmigrasi tahun ini. Hal ini membuat masyarakat enggan mendaftar karena peluang keberangkatan yang sangat kecil, sementara di satu sisi masyarakat takut jika berangkat sendirian,” ungkapnya.
Dalam program transmigrasi itu, peserta akan diberi lahan seluas 250 meter persegi untuk dikelola. Setiap keluarga transmigran untuk bertani, berkebun, atau kegiatan ekonomi lainnya. Bahkan akan disediakan tempat dan peralatan.
“Pada tahun ini, untuk lokasi penempatan program transmigrasi berada di daerah Sulawesi.” tandasnya. (km90/sub/waw)





