KABAR MADURA | Siapa sangka anak kampung yang tumbuh di tengah keterbatasan bisa menapaki tangga kepemimpinan di lingkungan akademis yang penuh persaingan. Kisah perjalanan ini bukan hanya tentang ambisi, tetapi juga dedikasi, keberanian, dan keteguhan hati.
ACH. BARISI, SAMPANG
Zainuddin, pemuda kelahiran 9 Juli 2004 di Desa Napo Laok, Kecamatan Omben, Sampang ini sudah aktif di organisasi sejak duduk di bangku SMK, bergabung dalam kepengurusan OSIS, Pramuka, drumband, IPNU, hingga menjadi relawan banjir di BP 13.27 Sampang.
Jiwa sosial dan kepemimpinannya telah terasah sejak dini, membentuknya menjadi pribadi yang tangguh dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Tahun 2022, Zainuddin melanjutkan pendidikan ke Politeknik Negeri Madura atau yang biasa dikenal dengan Poltera. Dia masuk dengan beasiswa KIP-kuliah.
Memasuki dunia perkuliahan, akademik dan berorganisasi tetap jadi fokusnya. Dengan tekad kuat, dia terlibat di berbagai organisasi, termasuk BEM, UKM olahraga, UKM Science Community, dan resimen mahasiswa (menwa).
Sejak awal masuk kampus, Zainuddin telah menanamkan impian besar: menjadi presiden mahasiswa. Bukan sekadar ambisi, tetapi sebagai tantangan bagi dirinya untuk terus berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi mahasiswa.
Motto hidupnya “berusaha dan tawakal,” menjadi pegangan dalam setiap langkahnya. Dia yakin bahwa usaha yang maksimal harus selalu dibarengi dengan kepasrahan kepada Tuhan. Dengan prinsip tersebut, Zainuddin terus melangkah, menghadapi berbagai rintangan, dan akhirnya berhasil mencapai impian yang telah lama diharapkan.
Sebagai presiden mahasiswa Poltera periode 2024-2025, Zainuddin melakukan berbagai terobosan. Salah satu pencapaiannya adalah menyatukan para ketua organisasi mahasiswa dalam satu visi yang sama.
Di bawah kepemimpinannya, dinamika organisasi menjadi lebih harmonis, dan aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan dengan lebih efektif. Dia membuktikan bahwa dengan pendekatan audiensi yang baik, kebutuhan mahasiswa dapat terpenuhi tanpa perlu adanya gesekan yang berlebihan.
Tidak hanya aktif di organisasi, Zainuddin juga berprestasi di berbagai bidang. Di dunia olahraga, dia berhasil meraih juara di beberapa kompetisi pencak silat tingkat nasional dan daerah. Prestasinya semakin bersinar ketika ia terpilih sebagai mahasiswa berprestasi, mewakili kampusnya dalam ajang kompetisi akademik dan nonakademik hingga ke tingkat provinsi.
Komitmennya terhadap masyarakat pun tidak diragukan lagi. Dia berhasil mendapatkan pendanaan Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD) sebesar Rp30 juta untuk mengembangkan Smart Screen Informasi di Pantai Camplong, Sampang, yang bertujuan meningkatkan publikasi pariwisata dan UMKM di daerah tersebut.
Keberhasilannya dalam berbagai bidang akhirnya mengantarkannya terpilih sebagai wakil 2 Duta Kampus Politeknik Negeri Madura. (waw)





