KABAR MADURA | Dari total 180 desa di 14 kecamatan di Kabupaten Sampang, mayoritas masih berstatus sebagai desa berkembang atau madya. Hanya 15 desa yang sudah menyandang status desa mandiri.
Data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang tahun 2024 mencatat, terdapat 15 desa mandiri, 54 desa maju, dan 111 desa berkembang. Sedangkan desa tertinggal maupun sangat tertinggal sudah tidak ada.
Sementara data terbaru Indeks Desa Membangun (IDM) 2025 masih dalam tahap penginputan dan menunggu hasil resmi Kementerian Desa.
Plt Kepala DPMD Sampang Sudarmanto menyampaikan, mayoritas desa masih berstatus berkembang karena potensi yang ada belum dioptimalkan.
“Data tahun 2024, desa yang sudah berstatus sebagai desa mandiri baru ada 15 desa, karena mayoritas masih berstatus desa berkembang,” ungkapnya, Selasa (19/8/2025).
Sudarmanto menjelaskan, hingga kini masih banyak desa yang belum memenuhi persyaratan yang ditentukan pemerintah pusat, terutama terkait infrastruktur, kegiatan ekonomi, dan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Memang masih banyak desa yang belum bisa memenuhi persyaratan untuk menjadi desa maju dan mandiri, seperti infrastruktur dan SDM-nya,” ujarnya.
Sudarmanto menegaskan, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan status desa melalui sosialisasi, pendampingan, hingga pembinaan SDM.
Salah satu langkah yang ditempuh, lanjut Sudarmanto, adalah pembentukan Koperasi Desa Merah Putih untuk mendorong kemandirian ekonomi desa.
“Kami harap dengan adanya pembentukan Koperasi Desa Merah Putih ini dapat memajukan perekonomian dan meningkatkan status desa di Sampang ini,” pungkasnya. (sub/din)





