KABAR MADURA | Para nelayan yang tergabung dalam Persatuan Nelayan Pantura Madura (PNPM) mendatangi kantor Petronas di kawasan Manyar, Gresik, Selasa (19/8/2025).
Mereka menuntut kejelasan pembayaran ganti rugi atas rumpon yang rusak akibat eksplorasi 3D Seismik Migas Petronas pada Agustus 2024.
Hampir satu tahun berlalu sejak kerusakan itu terjadi, namun ganti rugi yang dijanjikan belum juga dipenuhi. Karena itu, para nelayan rela menempuh perjalanan jauh dari Madura ke Gresik demi memperjuangkan haknya.
Korlap aksi Faris Reza Malik menegaskan bahwa tuntutan mereka murni untuk mendapatkan hak yang seharusnya sudah diberikan.
“Kami hanya minta ganti rugi rumpon nelayan yang rusak ini,” ujar Faris dalam orasinya.
Sementara orator aksi Rofi menegaskan bahwa kondisi yang dialami nelayan Madura ibarat masih dijajah perusahaan asing.
Menurutnya, hal itu menjadi ironi di tengah usia kemerdekaan Republik Indonesia yang sudah delapan dekade, namun mereka belum sepenuhnya dapat merasakan kemerdekaan itu lantaran haknya belum dipenuhi.
“Kami minta agar pihak Petronas segera membuka mata dan mendengar jeritan nelayan yang meminta haknya atas ganti rugi rumpon yang rusak ini,” tegasnya. (sub/din)





