KABAR MADURA | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang melaksanakan program pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) jaringan perpipaan dengan menelan anggaran daerah mencapai Rp4,6 miliar yang terpusat di sembilan kecamatan.
Berdasarkan data yang dihimpun Kabar Madura melalui laman LKPP Pemkab Sampang diketahui, pada tahun 2025, Dinas PUPR Sampang melaksanakan pembangunan SPAM jaringan perpipaan sebanyak 32 lokasi.
Adapun lokasi pembangunan SPAM tersebut, di antaranya di Kacamatan Kedungdung 3 lokasi, Tambelangan 1, Omben 5 lokasi, Karang Penang 4 lokasi, Camplong 3 lokasi, Sokobanah 2 lokasi, Banyuates 3 lokasi, Ketapang 7 lokasi, dan Robatal 4 lokasi.
Pagu anggaran setiap lokasi pembangunan SPAM jaringan perpipaan itu bervariatif, ada yang Rp100 juta, Rp150 juta hingga Rp200 juta. Sedangkan pelaksana pembangunan SPAM itu, yakni himpunan penduduk pemakai air minum (HIPPAM).
Salah seorang warga desa di Kecamatan Karang Penang Jupri (30) meminta, agar pembangunan SPAM itu segera dilaksanakan. Sehingga, manfaatnya bisa segera dirasakan oleh warga, terlebih saat ini musim kemarau yang di berbagai desa mulai dilanda bencana kekeringan.
Selain itu, Alumnus UTM Trunojoyo ini meneken kualitas pengerjaan proyek harus betul-betul sesuai perencanaannya, tidak hanya asal terealisasi.
Menurutnya, pembangunan SPAM itu sangat bagus, namun lokasi penempatannya harus diperhatikan betul, jangan asal asalan, harus bisa memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Jupri mengungkapkan, ada pembangunan SPAM tahun sebelumnya di salah satu desa yang hanya jadi monumen. Hal itu disebabkan proyek tersebut dipaksakan, yang akhirnya jadi proyek mangkrak. Menurutnya, di lokasi tersebut tidak bisa mengalirkan air ke rumah-rumah warga, lantaran tidak ada sumber air di lokasi tersebut.
“Saya hanya mengingatkan, agar pembangunan SPAM ini ditempatkan di lokasi yang tepat, seperti lokasi yang memang ada sumber airnya,” ungkapnya.
Saat Kabar Madura mencoba konfirmasi kepada Kepala Dinas PUPR Sampang Moh. Zis dan Kabid penyediaan Air Minum Siti Muatifah, belum bisa dimintai keterangan ihwal progres pelaksanaan pembangunan SPAM tersebut. Berkali-kali dihubungi melalui kontak pribadinya, tetap tidak ada respon.
Bahkan, saat Kabar Madura mencoba datangi langsung ke kantornya, yang bersangkutan belum bisa ditemui, karena sedang berada di luar Kantor. (sub/din)





