KABAR MADURA | Dari 43 dapur untuk penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pamekasan sebagaimana direncanakan, baru 9 yang sudah mulai beroperasi. Sementara sisanya masih menunggu kelengkapan syarat administrasi.
Sementara untuk 34 MBG lainnya, sebagaimana disampaikan Koordinator Wilayah MBG Pamekasan, Hariyanto Rahmansyah Triarif, sampai saat ini masih belum lengkap secara administrasi.
Menurutnya, dari 9 dapur yang sudah beroperasi, terdapat dua dapur yang sudah beroperasi sejak sepekan lalu. Dua dapur tersebut yang ada di daerah Blumbungan dan Tagengser Laok.
Terhadap dua dapur MBG tersebut, sudah dilakukan evaluasi. Hasilnya, untuk sementara sajian menunya sesuai standar yang sudah ditentukan.
“Saat ini ada sembilan dapur MBG yang aktif, sementara untuk dapur susulan ada 34dapur yang sudah siap, hanya menunggu kelengkapan administrasi,” paparnya, Selasa (26/8/2025).
Dijejelaskannya, dapur-dalur MBG tersebut telah mengantongi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan secara teknis siap beroperasi. Namun, secara administrasi termasuk pendataan penerima manfaat masih menjadi kendala sehingga realisasinya belum dilakukan.
“Kalau administrasi selesai, mereka bisa langsung running,” katanya.
Ditambahkan Hariyanto, di Pamekqsan sendiri, kebutuhan ideal dapur MBG sebenarnya mencapai 50 hingga 60–dengan tujuan pemerataan layanan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Meski begitu, untuk penambahan dapur baru, pihaknya masih menunggu data dan instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat.
“Pengusulan dapur berikutnya berbasis sistem online, jadi kami mengikuti regulasi pusat,” pungkasnya. (rul/ong)





