800 Kasus Campak dan 4 Meninggal Dunia di Sumenep, DPRD Soroti Kinerja Dinkes

Kesehatan, Berita328 views

KABAR MADURA | Ratusan anak di Sumenep terdampak campak. Catatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep sejak Februari hingga akhir Juli 2025 mengungkapkan telah tercatat sekitar 800 kasus campak, dengan empat pasien meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep Achmad Syamsuri, menyampaikan kematian tersebut terjadi hingga 28 Juni 2025 dan diduga akibat komplikasi serius yang memperparah kondisi pasien.

“Empat korban meninggal itu sempat menjalani perawatan di rumah sakit setelah dirujuk dari puskesmas,” ujar Syamsuri.

Menurut Syamsuri, salah satu pemicu utama lonjakan kasus campak kali ini adalah cuaca ekstrem dan perubahan iklim, yang berdampak langsung pada daya tahan tubuh anak-anak.

“Perubahan iklim yang tak menentu bisa menyebabkan kekebalan tubuh anak-anak menurun, sehingga mereka lebih rentan tertular campak,” jelasnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Fakta mencengangkan lainnya, sekitar 52 persen kasus campak menyerang balita berusia 1–4 tahun, kelompok usia yang paling rawan terinfeksi terutama jika belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Menurutnya, sebagai langkah darurat, Dinkes P2KB kini tengah menggencarkan program imunisasi tambahan (catch-up immunization) guna mengejar ketertinggalan imunisasi dasar pada anak-anak.

Namun, anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Ramzi menilai penanganan wabah ini belum maksimal. Dia mengkritik kinerja Dinkes Sumenep yang dianggap lamban dalam pencegahan awal.

“Seharusnya sejak kasus mulai naik pada Februari, dinas sudah ambil langkah cepat. Ini menyangkut nyawa anak-anak. Kinerja pencegahan dan respon cepat mereka patut dievaluasi,” tegas Ramzi.

Dia juga menyoroti pentingnya memperkuat sistem deteksi dini dan edukasi publik. 

“Kami akan panggil Dinkes untuk menjelaskan secara detail langkah penanganan dan pencegahan lanjutan. Jangan sampai wabah ini terus memakan korban,” tambahnya. (ara/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *