KABARMADURA.ID | SUMENEP – Guna meningkatkan solidaritas, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengajak semua pihak bersinergi dalam membangun Sumenep di segala sektor. Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara istigasah bersama Mahfud MD di GOR A. Yani Panglegur, Sabtu malam (19/11/2023).
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu mengatakan, pemerintah daerah beserta seluruh masyarakat harus bersinergi dalam menggali segala potensi. Itu demi mendorong pembangunan Kota Keris menjadi lebih baik.
“Pembangunan pasti mudah terwujud, tentu dengan dilakukan secara seimbang atas kebersamaan antara jajaran pemerintah daerah dengan Masyarakat. Tanpa dukungan semua pihak, tentu sulit untuk maju dan berkembang dengan cepat,” ujar Cak Fauzi.
Pada pagelaran istigasah itu, Cak Fauzi juga meminta doa seluruh elemen masyarakat dalam memimpin dan memajukan pembangunan di Sumenep, baik di daratan maupun di kepulauan.
Pihaknya meyakini doa seluruh komponen bisa memperlancar semua ikhtiar pemerintah daerah, untuk membangun Kabupaten Sumenep yang lebih maju dan semakin sejahtera masyarakatnya.
Politisi PDI Perjuangan itu juga menyampaikan, pihaknya membutuhkan dukungan semua elemen masyarakat guna melakukan akselerasi pembangunan, karena tidak mungkin melaksanakan program pembangunan dengan tangannya sendiri.
“Maka dari itu, kami mohon doa untuk Sumenep agar diberikan kemudahan dan keberkahan dalam melakukan pembangunan di daerah,” imbuhnya.
Sekadar diketahui, acara istigasah kebangsaan ini juga dihadiri oleh Ketua Banggar DPR RI, MH Said Abdullah, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dan Wakil Bupati Sumenep Nyai Hj Dewi Khalifah.
Selanjutnya, juga terlihat para tokoh penting di Kota Keris ini, di antaranya Ketua Syuriah PCNU Sumenep KH. Hafidzi Syarbini, Konsil Keperawatan Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk KH. Ali Fikri dan KH. Hazmi Basyir, Pengasuh Ponpes Aswaja Ambunten KH. Unais Ali Hisyam, Pengasuh Ponpes Diyaut-Thalibin Ambunten KH. Qusyairi, Habib Muhsin Al-hinduan, mantan Bupati Pamekasan sekaligus Pengasuh Ponpes Matsaratul Huda KH. Khalilur Rahman, dan lainnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Hairul Anam





