Banyak Temukan Masalah, Legislator Sumenep Tekankan Cek Ulang Hasil Proyek Bangunan Sekolah

News155 views

KABAR MADURA | Pelaksanaan program yang dianggarkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Sumenep tahun 2023 terhadap beberapa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) naungan Disdik Sumenep diklaim sudah selesai.

Tetapi anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Samioeddin menyampaikan, meski masih ada kurun waktu 6 bulan untuk masa serah terima hasil pekerjaan, dinas terkait diminta benar-benar memerhatikan kualitas pembangunan tersebut.

“Karena banyak pembangunan baru beberapa tahun lalu sudah tidak berfungsi bahkan tidak pernah berfungsi selesai dibangun, maka itu tidak boleh terjadi lagi terutama hasil pekerjaan tahun ini,” kata dia.

Baca Juga:  DPRD Sumenep Janji Akan Rajin Sidak Realisasi DAK 2026

Alasannya, secara indikasi kemungkinan hasil pekerjaan asal-asalan itu mulai nampak, salah satunya ada beberapa temuan dari hasil monitoring sejumlah pihak, bahkan ada dugaan tidak sesuai spesifikasi.

Maka dari itu, dalam sisa waktu 6 bulan sebelum serah terima, Samioeddin meminta harus dipastikan hasil pekerjaan itu dapat berfungsi dalam jangka waktu yang panjang, sehingga fasilitas pendidikan di Kota Keris ini tidak selalu menjadi penghambat kualitas pembelajaran.

“Maka dari itu, harus ada garansi, tidak boleh terjadi kasus lama, usai dikerjakan malah tidak berfungsi, misalnya seperti pembangunan MCK sekolah,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Disdik Sumenep Agus Dwi Saputra melalui Kepala Bidang Pembinaan SD Ardiansyah Ali Shochibi memang mengakui bahwa ada beberapa sekolah yang masih belum cocok, sehingga hasil kerja pihak ketiga harus diperbaiki.

Baca Juga:  DPRD Sumenep Tetapkan 31 Raperda Prioritas 2026

“Ya memang ada yang belum selesai, seperti ada yang harus dicat ulang, catnya kurang rata, sehingga harus diperbaiki,” kata dia.

Untuk masa pemeliharaan dari kontraktor, pihaknya memberikan tenggat waktu hingga 6 bulan. Sebab, dengan rentang waktu yang baru mulai dikerjakan, maka ada hasil yang kurang maksimal.

“Sementara tetap dihitung selesai, tetapi itu masuk masa perawatan,” paparnya.

Pewarta: Moh. Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *