KABAR MADURA | Masalah kekurangan guru agama di wilayah kepulauan Sumenep, menurut anggota Komisi IV DPRD Sumenep Nurus Salam, penyelesaiannya perlu diprioritaskan. Dia mendesak agar segera membuka rekrutmen kebutuhan aparatur sipil negara (ASN), baik rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
“Untuk pengisian di tahun ini perlu diprioritaskan di daerah kepulauan khusus guru, misalnya guru agama dan lainnya,” kata anggota Komisi IV DPRD Sumenep Nurus Salam, Rabu (20/3/2024).
Menurutnya, jika dibiarkan, maka sekolah di kepulauan akan benar-benar tertinggal karena pengetahuannya cenderung rendah. Harapannya, pada tahun 2024 perlu adanya penambahan guru ASN, khususnya di kepulauan. Misalnya guru agama dan lainnya.
“Ini perlu diseriusi, karena banyak keluhan masyarakat kepulauan, utamanya pada saat Ramadan ini yang masih banyak guru agama yang bukan bidangnya dapat mengajar,” paparnya.
Kekurangan guru ASN tahun 2024 ini setidaknya ada di kepulauan. Harapannya, dengan adanya penambahan, maka dapat memaksimalkan para guru untuk menjadikan muridnya yang cerdas dan berwawasan luas.
“Pemkab Sumenep perlu berubah, agar pendidikan semakin berkemajuan,” kata pria yang akrab disapa Uyuk itu.
Kepala Disdik Sumenep Agus Dwi Saputra melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Ketenagaan Akhmad Fairusi mengakui bahwa di daerah kepulauan rata-rata masih kekurangan aguru ASN. Tahun ini diusahakan usul agar semua guru ASN terisi di kepulauan.
“Sulitnya guru ASN di kepulauan karena rata-rata yang ikut tes tidak mau ditempatkan di pulau, khusus tahun ini, insya Allah orang pulau yang diusahakan ikut, harapannya lulus dan bisa ngajar di tanah kelahirannya,” paparnya.
Di antara guru ASN yang baru, kata Fairusi, meliputi guru PAI sebanyak 133 orang, itu pun bukan ditempatkan di kepulauan, paling tidak rekrutmen 2024 ini bisa diisi di kepulauan.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





