Anggota DPRD Sumenep Tolak Wacana Kenaikan Iuran BPJS

KABAR MADURA | Wacana kenaikan iuran BPJS Kesehatan memicu gelombang penolakan di Sumenep. Suara keberatan datang dari legislatif. Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Mulyadi menilai rencana tersebut berpotensi semakin membebani masyarakat kecil yang saat ini masih berjuang di tengah tekanan ekonomi.

Politisi dari Partai Demokrat itu menegaskan, kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus mempertimbangkan kondisi riil masyarakat di daerah.

“Kami kasihan kepada masyarakat jika iuran BPJS Kesehatan masih dinaikkan. Kondisi ekonomi belum sepenuhnya stabil. Jangan sampai kebijakan ini justru menambah beban rakyat kecil,” tegas Mulyadi.

Baca Juga:  Komisi III DPRD Sumenep Soroti Persyaratan Lelang yang Diduga Batasi Persaingan Peserta Tender

Menurutnya, mayoritas peserta mandiri di Sumenep berasal dari kalangan pekerja informal, nelayan, petani, hingga pelaku UMKM. Kenaikan iuran, sekecil apa pun, dinilai dapat berdampak signifikan terhadap kemampuan bayar masyarakat.

Mulyadi akan mencermati perkembangan regulasi dari pemerintah pusat. Dia jug meminta agar sebelum kebijakan resmi diterapkan, ada kajian komprehensif dan sosialisasi terbuka kepada publik.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Kesehatan adalah kebutuhan dasar. Jangan sampai ada masyarakat yang akhirnya menunggak atau bahkan keluar dari kepesertaan karena tidak sanggup membayar iuran,” imbuhnya.

Baca Juga:  Proyek KDMP Sumenep Baru Satu Tuntas, DPRD Ingatkan Nyawa Ekonomi

Sementara itu, Humas BPJS Kesehatan Sumenep Ary Udiyanto menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait kenaikan iuran.

“Untuk kenaikan iuran masih menunggu aturan. BPJS masih menunggu dari pemerintah,” singkat Ary. (ara/waw)

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *