Tiga Tahun Produksi Meningkat, Diskan Pamekasan: Ekspor Ikan Dikelola Pengepul

News105 views

KABAR MADURA | Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan, mengungkapkan produksi ikan, baik yang dihasilkan oleh nelayan tangkap maupun budidaya, terus mengalami kenaikan selama tiga tahun terakhir. Sayang, ekspor ikan yang dilakukan oleh warga Pamekasan masih terlihat stagnan.

Kepala Diskan Pamekasan Abdul Fata  mengatakan, ada dua sumber produksi ikan yang dibidanginya, pertama ikan tangkap dengan luas lahan yang digunakan sebanyak 52 kilometer yang terbagi ke dua wilayah, yaitu 18 kilometer ada di bagian pantai utara, serta 34 kilometer ada di sebelah selatan Pamekasan.

Kedua, ikan budidaya dengan luas lahan termanfaatkan 1,6 hektar, terdiri dari 59 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan). Dari puluhan Pokdakan tersebut, ada sebanyak 490 orang yang sampai saat ini masih aktif beroperasi.

Sementara, di bidang ikan tangkap, ada sebanyak 95 kelompok usaha bersama (KUB) dengan jumlah nelayan 10.512 orang. Meski sekitar 20 persen dari jumlah itu belum bergabung ke KUB di Pamekasan. 

Baca Juga:  Enam Desa di Pamekasan Disiapkan Terima Bantuan Budi Daya Lele 2026

Fata mengaku, perolehan ikan selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan yang sangat signifikan secara terus menerus.

JJS Kabar Madura

Hal itu berdasarkan laporan yang dimiliki Diskan pada tahun 2023. Dimana, pada tahun 2021 perolehan ikan tangkap sebanyak 20.564 ton, atau melebihi target awal sebanyak 20.296 ton.

Kemudian, di tahun 2022, target awal sebanyak 20.651 ton dengan capaian tangkap ikan sebesar 20.702 ton. Sementara pada tahun 2023, capaian ikan tangkap sebanyak 22.809 ton, atau melebihi target awal sebesar 21.064 ton.

Sementara, pada sektor ikan budidaya, produksi ikan juga naik dengan rincian tahun 2021 capaian sebanyak 634 ton, tahun 2022 sebanyak 1.080 ton dan di tahun 2023 sebanyak 1.113 ton perolehan ikan budidaya. 

“Berdasarkan laporan yang ada, semuanya mengalami kenaikan, baik ikan tangkap maupun ikan budidaya,” ungkapnya, Senin (01/04/2024).

Baca Juga:  Harga Ideal Garam di Pamekasan Dipatok Rp1.250 per Kg, Diskan Targetkan Produksi Tembus 125 Ribu Ton

Diungkap Fata, salah satu faktor kenaikan produksi ikan tersebut, dikarenakan adanya pelatihan dan bimbingan ke kelompok dan pelaku, serta disediakannya beberapa peralatan ikan tangkap dalam membantu para nelayan dalam menghasilkan ikan di laut.

“Salah satunya karena ada bimbingan cara menangkap ikan serta disediakannya beberapa peralatan pembantu dalam menangkap ikan,” tegasnya.

Menurut Fata, pendataan atas perolehan dan keluar masuknya ikan dilakukan secara keseluruhan selama satu tahun, tidak ada pemetaan ikan yang diekspor maupun ikan yang dikelola oleh masyarakat secara umum. 

Namun diyakininya, proses ekspor ikan akan terus terjadi. Namun demikian menurutnya, diantara banyak jenis ikan, ikan layur menjadi jenis ekspor ikan yang paling disukai untuk diekspor ke luar Negeri.

“Proses ekspornya melalui pengepul,” tambahnya.

Pewarta: Moh. Farid

Redaktur: Miftahul Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *