KABAR MADURA | Guna mengembalikan eksistensi permainan tradisional yang berangsur punah, Bank BPRS Bhakti Sumekar Sumenep berpartisipasi dalam kegiatan permainan kelereng di Sumenep, salah satu acara yang masuk dalam kalender event Sumenep tahun 2024.
Direktur Utama Bank BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Hairil Fajar menyampaikan, kegiatan yang pesertanya dari siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sumenep ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali keanekaragaman permainan tradisional serta menjadikan generasi muda sebagai pewaris seni budaya.
“Kegiatan positif, kami Bank BPRS Bhakti Sumekar harus berpartisipasi, harus mendukung,” kata Hairil Fajar kepada Kabar Madura.
Terdapat tiga macam jenis permainan yag ditampilkan dalam event tersebut, dakon, kelereng dan bola bekel.
“Alhamdulillah peserta sangat antusias mengikutinya. Masing-masing dari mereka fokus memenangkan perlombaan tersebut. Bagus untuk mencegah anak main handphone,” imbuhnya.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo juga mengapresiasi terselenggaranya festival tersebut. Dia mengatakan, dengan cara tersebut para generasi budaya Sumenep akan mampu melestarikan tradisi dan budaya Madura. Dengan itu juga, diharapkan anak-anak di Sumenep bisa lebih berfikir kreatif dan cerdas.
“Ini penting digelar. Mengingat, permainan tradisional memberikan keseimbangan berpikir bagi mereka,” jelas Achmad Fauzi Wongsojudo.
Dalam festival permainan tradisional di kabupaten berjuluk Kota Keris itu diikuti sebanyak 330 peserta dari berbagai siswa SD di Sumenep.
“Lomba ini tidak hanya satu hari, peserta pasti terus bertambah,” pungkasnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Wawan A. Husna





