KABAR MADURA | Sentra Hasil Industri Tembakau (SIHT) di Pamekasan dipastikan hanya bisa menampung dua pabrik rokok, sebab menyesuaikan dengan kesiapan gedung produksi.
Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Khoirul Komar mengatakan, dua pabrik rokok yang akan menempati SIHT itu masih belum diputuskan. Dia memastikan akan merekrut pabrik rokok baru. Sejatinya, pihaknya sudah menjaring enam pabrik rokok yang akan menempati SIHT.
Menurut Komar, SIHT ditargetkan beroperasi pada Juni 2024 ini. Akan tetapi, realisasinya belum bisa dilakukan, lantaran masih menunggu survei dari Bea Cukai Madura mengenai kelengkapan persyaratan untuk beroperasi. Oleh karena itu, pihaknya memprediksi baru akan bisa beroperasi pada Juli mendatang.
“Jadi kami masih menunggu survei dari Bea Cukai. Kalau sudah oke, baru kami buka pendaftaran perusahaan rokoknya,” jelasnya kepada Kabar Madura, Kamis (20/6/2024).
Untuk uji kelayakan SIHT itu, Komar mengaku, sudah dilakukan oleh Kementerian Perindustrian RI. Sehingga, sekarang memang hanya tinggal menunggu survei bea cukai.
Sekadar diketahui, enam perusahaan rokok yang sudah masuk penjaringan adalah PR Garuda, PR Cahayaku, PR Walisongo, PR Pratama, PR Wahyu Brand, dan PR Bentar Alam Sejati.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Ismail meminta, proses rekrutmen pabrik rokok baru yang akan menempati SIHT harus profesional sesuai tujuan awal, yakni untuk menekan ketergantungan harga jual hasil panen tembakau Pamekasan kepada pabrikan besar.
Jika hanya dua jumlah perusahaan rokok yang akan menempati SIHT, kata Ismail, itu terlalu sedikit. Politisi Partai Demokrat ituberharap, SIHT bisa menampung lebih banyak pabrik rokok, supaya angka serapan hasil panen tembakau di Pamekasan bisa dipengaruhi dengan hadirnya banyak pabrik rokok.
Semisal anggarannya tidak cukup, Ismail menegaskan, harus bisa terus diupayakan, sebab itu menyangkut kesejahteraan petani tembakau di Pamekasan.
“Jadi petani tidak lagi ada ketergantungan pada gudang-gudang yang besar. Kalau SIHT beroperasi secara maksimal, maka saya yakin nanti, termasuk harga tembakau di Pamekasan, akan menjadi lebih baik,” tukasnya.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Sule Sulaiman





