KABAR MADURA | Setiap satu pekan, pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih di Sumenep dievaluasi. Karena hasilnya terendah di Jawa Timur, saat ini mulai diperbaiki. Kini sudah mencapai hampir 30 persen dari 875.017 data yang dicoklit.
“Hasil coklit setiap minggu dilakukan evaluasi, agar pada selanjutnya lebih cepat dan akurat dalam melakukan coklit,” kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi (Rendatin) Malik Mustafa, Selasa (2/7/2024).
Hasil itu diklaim terus menambah data, dalam 1 hingga 2 hari sudah lebih 10 persen, Dengan begitu, Malik optimis pada 24 Juli mendatang sudah selesai. Sebelumnya, selama 7 hari hanya mendapatkan 19,61 persen.
Evaluasinya adalah sejauh mana bekerja untuk melakukan coklit, misalnya ada masalah dalam pencoklitan maka segera dilaporkan, kemudian masalah sulitnya untuk login pada akun e-coklit sudah diatasi.
“Jadi kami terus evaluasi dari kekurangannya, dan segera dicarikan solusi,” ucap komisioner paling senior di KPU Sumenep saat ini tersebut.
Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumenep Achmad Zubaidi mengutarakan, akan terus mengerahkan seluruh kekuatan pengawas, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa atau kelurahan. Tujuannya, untuk melakukan pengawasan melekat khususnya selama masa coklit.
Selain itu, kata mantan komisioner KPU 2014-2019 ini, kendala itu terkadang karena adanya joki coklit. Menurutnya, praktik joki coklit ini sangat berbahaya, karena petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) menggunakan orang lain melakukan pendataan.
“Jangan sampai pemilih yang sebenarnya TMS tercatat di DPT. Sebaliknya, yang MS justru tidak masuk. Ini menjadi atensi kami di Bawaslu Sumenep ke depan,” kata pria yang pernah juga pernah menjadi PPK Dasuk 2010 lalu ini.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





